Selasa 29 September 2020, 06:50 WIB

Cile Longgarkan Lockdown di Ibu Kota secara Bertahap

Faustinus Nua | Internasional
Cile Longgarkan Lockdown di Ibu Kota secara Bertahap

AFP/MARTIN BERNETTI
Seorang pesepeda melintas di samping papan peringatan mengenai menjaga jarak sosial di Santiago, Cile.

 

CILE, Senin (28/9), mencabut langkah-langkah penguncian covid-19 yang ketat untuk jutaan orang di ibu kota Santiago, sebulan menjelang referendum penting untuk mengubah konstitusi era kediktatoran.

Sebagian besar dari 7 juta penduduk ibu kota pindah ke tahap ketiga dari lima langkah rencana pelonggaran pembatasan, yang memungkinkan pembukaan kembali bar dan restoran serta jaringan transportasi regional.

Namun, kekhawatiran tersebar luas bahwa wabah baru covid-19 dapat membuat beberapa bagian ibu kota kembali terkunci.

Baca juga: AS akan Distribusikan 150 Juta Alat Rapid Test

"Sepertinya saya setuju dan tidak setuju pada saat yang sama," kata Gabriela Flores, pelajar berusia 21 tahun di Puente Alto, distrik terpadat di Santiago.

"Apa yang terjadi sekarang adalah mereka bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Yang ingin mereka lakukan adalah meningkatkan perdagangan dan kembali bekerja sehingga mereka tidak perlu mengkhawatirkan orang lain," lanjutnya.

Pelonggaran langkah-langkah penguncian dilakukan saat negara tersebut mempersiapkan referendum pada 25 Oktober. Itu untuk memutuskan apakah akan mengubah konstitusi yang ditetapkan di bawah pemerintahan militer Jenderal Augusto Pinochet (1973-90).

Cile adalah salah satu negara yang paling parah terdampak covid-19 di Amerika Latin. Hampir setengah juta infeksi dan lebih dari 12.000 kematian akibat covid-19 yang dikonfirmasi.

Sekitar 2 juta orang telah kehilangan pekerjaan mereka sejak penguncian dimulai pada Maret dan Bank Sentral memperkirakan ekonomi akan menyusut hingga 7,5% pada 2020.

Johanna Medina, 38, mengatakan pihak berwenang mengakhiri penguncian terlalu dini. "Mereka seharusnya tidak membebaskan kami dari karantina."

Yang lainnya, seperti penjaga gedung Sergio Silva, 60, merasa senang dengan kebijakan baru. Dia menyambut kebebasan warga Santiago yang baru ditemukan kembali.

"Ini bagus untuk segalanya, untuk keadaan pikiran orang-orang. Itu adalah waktu yang sangat rumit," kata Silva kepada AFP.

Sekolah dan universitas tetap ditutup, dengan siswa menghadiri kelas secara virtual.

Sebagian besar perusahaan mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah. Sementara, perbatasan Cile tetap tertutup untuk turis dan jam malam masih diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus.

Saat kota dibuka kembali, Wakil Menteri Kesehatan Paula Daza mendesak penduduk Santiago untuk menjaga diri dengan sering mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan menggunakan masker.

Pihak berwenang terus mengkhawatirkan tingkat infeksi yang tinggi di wilayah Magellan di bagian selatan negara itu, yang telah mengalami kambuhnya penyakit dalam beberapa pekan terakhir. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/JIM WATSON

Obama akan Berkampanye untuk Biden di Philadelphia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 12:20 WIB
Kampanye drive-in dengan para pendukung berada di dalam mobil merupakan salah satu bentuk kampanye yang kerap dilakukan...
AFP/Tiziana FABI

Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi di AS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:39 WIB
Cengiz mengaku mengalami kerugian finansial akibat kematian Khashoggi sementara DAWN mengklaim operasi mereka terganggu akibat kematian...
Instagram @jokowi

Jokowi Jadi Nama Jalan di UEA, Kehormatan untuk Indonesia

👤Anggitondi Martaon 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:11 WIB
Selain investasi, Indonesia dan UEA menjalin kerja sama di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya