Selasa 29 September 2020, 06:29 WIB

Ini 5 Poin Penting Laporan NY Times Terkait Pajak Trump

Faustinus Nua | Internasional
Ini 5 Poin Penting Laporan NY Times Terkait Pajak Trump

AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Donald Trump

 

SEBUAH laporan New York Times mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya membayar pajak penghasilan sebesar US$750 pada tahun pertama dia memasuki Gedung Putih.

Tidak ada pajak penghasilan yang dibayarkan Trump selama 11 dari 18 tahun yang ditinjau Times dan dampak kerugian besar itu menambah keraguan publik tentang citra Trump sebagai pengusaha yang cerdas dan sukses.

Laporan yang dilansir pada Minggu (27/9) itu datang hanya beberapa minggu menjelang pemilihan presiden AS, yang mengintensifkan sorotan pada Trump sebagai pengusaha. Padahal, hal itu merupakan identitas yang telah dikembangkan Trump selama beberapa dekade dan membantunya merebut kursi kepresidenan, empat tahun lalu.

Baca juga: Trump Dilaporkan Tidak Bayar Pajak Penghasilan

Laporan The Times memperdalam ketidakpastian seputar kampanye kepresidenan yang penuh gejolak dengan latar belakang pandemi, kerusuhan rasial di kota-kota AS, dan pertempuran sengit atas kursi Mahkamah Agung yang dibiarkan kosong setelah kematian Hakim Ruth Bader Ginsburg.

Sejak memasuki Gedung Putih, Trump telah melanggar tradisi yang ditetapkan para pendahulunya. Tidak hanya menolak mengungkapkan pengembalian pajaknya, tetapi dia melakukan upaya hukum untuk menyembunyikannya.

Laporan Times menyarankan mengapa hal itu mungkin terjadi. Dilaporkan bahwa banyak bisnis top Trump kehilangan pemasukan, bahkan kerugian itu membantunya mengurangi tagihan pajak federal

Eugene Steuerle, pakar pajak di Urban Institute, mengatakan dia tidak terkejut bahwa ternyata Trump hampir tidak membayar pajak penghasilan federal.

Sebagian besar pengembang real estate komersial memotong pembayaran bunga besar atas utang mereka dari pendapatan kena pajak, sehingga menurunkan tagihan pajak mereka.

Biasanya, mereka juga sering menghindari pajak capital gain dengan menarik keuntungan dari penjualan satu bangunan ke dalam pembelian bangunan lain.

"Sebagian besar pakar pajak berharap Anda tidak akan menemukan banyak cara pembayaran pajak oleh Presiden Trump," kata Steuerle, yang menjabat sebagai pejabat Departemen Keuangan di bawah Presiden Ronald Reagan.

The Times mencatat bahwa Alan Garten, seorang pengacara untuk Trump Organization, mengelak laporan Times tersebut. Dia mengatakan sebagian besar laporan itu tampaknya tidak akurat. Dia meminta dokumen yang menjadi dasar pelaporan tersebut, dan Times menolak memberikan untuk melindungi sumbernya.

Berikut adalah beberapa poin penting dari laporan Times:

- Trump hanya membayar pajak sebesar US$750 pada 2016 dan 2017

Surat kabar itu mengatakan Trump awalnya membayar pajak US$95 juta selama 18 tahun studi itu. Tetapi dia berhasil mendapatkan kembali sebagian besar uang itu dengan mengklaim dan menerima pengembalian pajak federal sebesar US$72,9 juta.

Menurut Times, Trump juga mengantongi US$21,2 juta dalam pengembalian uang negara bagian dan lokal, yang biasanya didasarkan pada pengajuan federal. Pengembalian dana Trump yang terlalu besar menjadi subyek audit Internal Revenue Service yang sudah lama dilakukan atas keuangannya.

Audit itu dikenal luas dan Trump mengklaim itu adalah alasan utama mengapa dia tidak bisa melepaskan pengembaliannya. Namun, laporan Times adalah yang pertama mengidentifikasi masalah yang sebagian besar menjadi sengketa.

Sebagai hasil dari pengembalian dana, Trump membayar rata-rata US$1,4 juta dalam bentuk pajak federal mulai 2000 hingga 2017. Sebaliknya, pembayar pajak AS rata-rata di 0,001% teratas dari penerima membayar sekitar US$25 juta setiap tahun selama jangka waktu yang sama.

- Gaya hidup mewah gunakan biaya bisnis

Dari rumah, pesawat, dan US$70.000 untuk penataan rambut selama acara televisinya The Apprentice, Trump ternyata memanfaatkan dana yang dikeluarkan dari bisnisnya untuk gaya hidup mewah.

The Times mencatat bahwa rumah, pesawat, dan lapangan golf Trump adalah bagian dari bisnis keluarga Trump dan karena itu Trump mengklasifikasikannya sebagai pengeluaran bisnis juga.

Hal itu karena perusahaan dapat menghapus biaya bisnis sebagai pengurangan, semua biaya tersebut telah membantu mengurangi kewajiban pajak Trump.

- Banyak bisnis yang paling terkenal merugi

Presiden sering menunjuk hotel, lapangan golf, dan resor yang letaknya sangat jauh sebagai bukti keberhasilannya selaku pengembang dan pengusaha. Namun properti ini telah menguras uang.

The Times melaporkan Trump telah mengklaim kerugian US$315 juta sejak 2000 untuk lapangan golfnya, termasuk Trump National Doral dekat Miami, yang digambarkan Trump sebagai permata mahkota di kerajaan bisnisnya. Demikian pula, Trump International Hotel di Washington telah kehilangan USD55 juta.

- Pengunjung asing jadi pendukung properti Trump

Sejak Trump mulai mencalonkan diri sebagai presiden, pelobi atau pemerintah asing dan politisi telah menghabiskan banyak uang untuk propertinya. Pembelanjaan besar-besaran yang menimbulkan pertanyaan tentang kepatutan dan legalitasnya.

Laporan Times menggambarkan betapa besarnya pengeluaran itu. Sejak 2015, resor Mar-a-Lago miliknya di Florida telah mengambil US$5 juta lebih dalam setahun dari lonjakan keanggotaan.

Billy Graham Evangelistic Association menghabiskan setidaknya US$397.602 pada 2017 di hotel Trump's Washington. Proyek luar negeri telah menghasilkan jutaan lebih untuk Trump, yaitu US$3 juta dari Filipina, US$2,3 juta dari India, dan US$1 juta dari Turki.

- Trump akan hadapi tekanan keuangan saat hutang jatuh tempo

Trump tampaknya pasti akan menghadapi tekanan keuangan yang berat dari tumpukan hutang yang telah diserapnya. The Times mengatakan presiden bertanggung jawab atas pinjaman US$421 juta, yang sebagian besar akan jatuh tempo dalam empat tahun. Selain itu, hipotek senilai US$100 juta di Trump Tower di New York akan jatuh tempo pada 2022. (France24/OL-1)

Baca Juga

AFP/Tofik Babayev

Soal Nagorno-Karabakh, PM Armenia: Tidak ada Jalan Tengah

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:10 WIB
Pashinyan mengatakan negosiasi mengenai status Karabakh sekarang tidak ada gunanya. Ia pun menuduh Azerbaijan tidak ingin...
AFP/Cesar Manso

Spanyol Jadi Negara UE Pertama Lampaui 1 Juta Kasus Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 05:41 WIB
Kementerian Kesehatan Spanyol, pada Rabu (21/10), mencatat 16.973 kasus covid-19 yang dikonfirmasi selama 24 jam...
AFP

Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:45 WIB
MINGGU ini, menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya