Selasa 29 September 2020, 01:10 WIB

Potensi Perkebunan Kopi di teluk Bintuni Mulai Dilirik

Ghani Nurcahyadi | Nusantara
Potensi Perkebunan Kopi di teluk Bintuni Mulai Dilirik

Dok. Pribadi
Potensi perkebunan di Teluk Bintuni

 

KABUPATEN Teluk Bintuni, Papua Barat merupakan kabupaten terbesar yang meliputi 21% dari komposisi keseluruhan provinsi. Negeri Sisar Matiti itu bukan hanya kaya dengan potensi biota mangrove dan sumber daya alam (SDA) tak terbaharukan, namun dari kultur masyarakat asli yang gemar bertanam palawija, 

Teluk Bintuni menyimpan potensi perkebunan yang luar biasa. Kabupaten ini memiliki luas 20.841 km2. Dimana dengan luasan tersebut, masih banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat langsung. 

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, melihat potensi ini untuk beberapa komoditas yang bisa menjadi efek berantai untuk memenuhi visi misi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, yakni Mewujudkan Teluk Bintuni yang Maju, Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing.

“Pada perjalanan dinas yang saya lakukan ke Jakarta dan beberapa daerah bulan kemarin, sempat kami berdiskusi semi-riset dengan pihak dari Institut Pertanian Bogor untuk melihat potensi kebun kopi di Teluk Bintuni. Ternyata Teluk Bintuni ini bisa punya potensi untuk memiliki varian kopi yang unik. Tapi nanti hal ini akan diriset lebih lanjut,” ujar Petrus dalam keterangannya

Menurut Petrus, ada beberapa distrik di Teluk Bintuni yang cocok untuk dikonsentrasikan menjadi sentra dari produksi kopi khas Teluk Bintuni. Petrus melihat potensi perkebunan kopi ini sebagai upaya penyelarasan visi misi kabupaten, dengan potensi munculnya industri-industri baru di Teluk Bintuni, nantinya.

“Ke depan ini kan akan ada industri petrokimia dan lainnya di Teluk Bintuni. Nah potensi industri ini saya lihat ke depan, akan membuat Teluk Bintuni semakin ramai. Dari ramainya Teluk Bintui ini, tentunya harus dibarengi dengan munculnya sebuah potensi baru. Saya melihat industri kopi di Teluk Bintuni sebagai salah satu potensi yang harus dimunculkan,” imbuhnya.

Bupati Teluk Bintuni sekaligus calon petahana yang kerap dipanggil Piet ini mengatakan bahwa, potensi industri kopi bisa menjadi geliat ekonomi baru yang diselaraskan dengan perubahan demografi Teluk Bintuni nantinya, setelah industri Petrokimia dan lainnya mulai berdiri.

Baca juga : Wujudkan Ketahanan Pangan, Babel Siap Tingkatkan Pemanfaat Lahan

“Industri kopi di Indonesia, bahkan dunia ini kan dari dulu tidak pernah mati. Bahkan sekarang begitu banyaknya warung kopi yang menjamur kan ? Nah Bintuni ini punya potensi lahan tidur. Jika pandemi ini selesai, kita segera garap itu perkebunan untuk melihat hasilnya. Nantinya potensi ini tentu akan menjadi geliat tersendiri. Misalnya dengan adanya perkebunan kopi, nanti coffee shop-coffee shop juga akan bertebaran di kabupaten ini untuk melayani potensi keramaian di Teluk Bintuni akibat munculnya industri Petrokimia di depan,” katanya.

Menurutnya, dari industri kopi akan memunculkan tiga potensi profesi yang akan memaksimalkan pembangunan SDM di Teluk Bintuni. Ini merupakan potensi pengenalan pariwisata Teluk Bintuni.

“jika transfer pengetahuan itu sudah berjalan, maka kita Teluk Bintuni, akan punya potensi profesi baru. Dari pelaku-pelaku perkebunan kopi baru, ahli tester baru, barista-barista baru. Nah Barista-barista dari Teluk Bintuni, ini akan kita sertakan pada perhelatan-perhelatan kopi di Indonesia dan dunia, katakanlah mereka merupakan duta pariwisata dan duta kopi.

Piet mengaku, untuk memperkenalkan varian kopi Teluk Bintuni memang butuh waktu, tapi ia yakin bisa melakukannya. Dengan berpasrtisipasi di ajang perkopian Indonesia dan internasional, orang akan semakin mengenal Teluk Bintuni, dengan semakin dikenalnya Teluk Bintuni di ajang kopi ini, bisa lebih memperkenalkan lagi tentang keindahan mangrove di sana.

"Jadi ini paket lengkap. Bintuni bergeliat, bukan hanya dari industri SDA tak terbaharukan, tapi potensi palawija dan pariwisata juga kita punya. Apalagi sekarang kita sedang bangun hotel bintang empat. Ini pas, sudah,” lanjutnya.

"Ya kita doakan pandemi ini supaya segera berakhir, agar potensi kopi ini bisa kita garap secepatnya. Makanya masyarakat itu juga harus konsisten dan patuh pada protokol kesehatan, ingat 3M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak. Tuhan sayang Teluk Bintuni,” pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Istimewa

DLH Serang Temukan Banyak Kejanggalan di Jeti MCA

👤Wibowo Sangkala 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:30 WIB
DINAS Lingkunhan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Banten melakukan inspeksi mendadak ke Jeti Moga Cemerlang Abadi (MCA) Bojonegara, Kabupaten...
Antara

Tercatat 83 ASN Jawa Timur Langgar Netralitas Pilkada

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:15 WIB
BADAN Pengawas Pemilu Jawa Timur menyatakan puluhan kasus aparatur sipil negara (ASN) tidak netral selama masa kampanye Pilkada...
MI/John Lewar

Cuaca Buruk Dongkrak Harga Ikan di Labuanbajo

👤John Lewar 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:00 WIB
HUJAN lebat dan angin kencang yang melanda perairan laut di kawasan Komodo sepekan belakangan ini membuat para nelayan di Kabupaten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya