Selasa 29 September 2020, 05:20 WIB

Bisnis Alat Tes Usap yang Bikin Kesal

AT/BY/YH/PO/N-2 | Nusantara
Bisnis Alat Tes Usap yang Bikin Kesal

MI/Ardi
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

 

GANJAR Pranowo mengungkap praktik perdagangan yang kurang wajar dengan memanfaatkan pandemi. Ia menyoroti soal impor alat kesehatan, tes covid-19, dan reagen.

“Yang terjadi ialah rebutan. Isine bakul thok (isinya pedagang semua),” ujarnya saat membuka webinar Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi yang digelar Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Minggu (27/9) malam.

Gubernur Jawa Tengah itu mengeluhkan peranti tes covid-19 yang masih harus didapat dengan cara impor, sangat merepotkan. Kondisi itu membuat banyak pedagang memanfaatkan dan memainkannya.

Karena itu, ia menyambut baik temuan alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkan sejumlah peneliti UGM. Alat itu mampu memastikan seseorang terinfeksi atau tidak hanya dalam waktu kurang dari 2 menit atau hanya 80 detik. Alat yang diberi nama Genose itu sudah diserahkan UGM kepada Kementerian Riset dan Teknologi.

Ganjar yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Kagama itu menyebut Genose sebagai solusi yang sangat bermanfaat. “Jawa Tengah siap membeli paling banyak. Dengan alat itu, tes covid-19 bisa dilakukan sendiri tanpa perlu impor alat dan reagen.”

Di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil mulai melakukan pendekatan ke sejumlah laboratorium dan rumah sakit swasta dalam rangka memperbanyak tes usap. “Kerja sama dengan swasta penting karena laboratorium milik pemerintah sudah kelebihan kapasitas untuk mengolah sampel tes usap.”

Namun, ia meminta swata tidak mematok harga yang mahal untuk tes usap. Untuk kebutuhan itu, Pemprov Jabar sudah meminta tambahan alat tes usap sebanyak 250 ribu. Dari jumlah itu, 50 ribu akan dikelola laboratorium pemerintah dan 200 ribu lainnya untuk keterlibatan swasta.  Sampai kemarin, jabar sudah melakukan 383 ribu tes usap. Daerah ini menjadi provinsi kedua yang paling banyak melaksanakannya.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengaku terus berkomitmen untuk menggratiskan tes usap. “Kami berupaya mengendalikan pandemi dengan pengujian, pelacakan, isolasi, dan pengobatan,” ujarnya di depan staf khusus Presiden RI, Billy Gracia Yosaphat.

Sementara itu, Pemprov Nusa Tenggara Timur mencegah datangnya kasus baru dengan melakukan tes usap massal kepada penumpang yang baru turun di bandara. (AT/BY/YH/PO/N-2)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Sebanyak 2020 KPM di Maybrat Terima Bansos PKH

👤Martinus Solo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 08:51 WIB
Sebanyak 2020 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat akan menerima bantuan sosial berupa beras dari Program...
MI/Gabriel Langga

Pelaku UMKM di Sikka Terbantu Dana LPDB

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 08:42 WIB
Program pemerintah yang digulirkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui Kementerian Koperasi dan UMKM sangat membantu...
MI/Heri Susetyo

Warga Keluhkan Bau Busuk di TPS Pergudangan Safe N Lock

👤Heri Susetyo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 07:12 WIB
TPS  tersebut awalnya hanya untuk pembuangan sampah kering seperti kardus dan plastik. Namun kemudian banyak sampah basah ikut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya