Selasa 29 September 2020, 00:03 WIB

Paradigma Kependudukan Bantu Manfaatkan Bonus Demografi RI

Mediaindonesia.com | Humaniora
Paradigma Kependudukan Bantu Manfaatkan Bonus Demografi RI

Antara/Arif Firmansyah
Pemuda Indonesia beradu kreativitas dalam lomba mural memperingati Harti Kemerdekaan RI

 

PADA 2045, saat Indonesia berusia 100 tahun, diproyeksikan akan menjadi negara maju. Perlunya partisipasi masyarakat untuk mewujudkannya. Pembangunan dan pemerataan penduduk menjadi kuncinya 

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo dalam webinar Megatrend Demografi dan Visi Indonesia Emas 2045 bertema "Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Pembangunan Berwawasan Kependudukan" Senin (28/9). 

Menurut Hasto, untuk mewujudkan Indonesia Maju di 2045 beberapa pilar pembangunan harus menjadi fokus perhatian kerja. Empat pilarPembangunan Indonesia 2045 yang menjadi fokus yaitu pembangunan manusia dan penguasaan Iptek, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan yang baik. 

Jika ditilik pada piilar ketiga, pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, yaitu pembangunan yang bertujuan mengurangi kesenjangan pendapatan di seluruh lapisan masyarakat, memperkecil kesenjangan antar wilayah, pemerataan infrastruktur sehingga kemiskinan akut berhasil dientaskan.

"Tugas BKKBN bersama mitra kerja dan instansi terkait adalah bagaimana caranya mengintegrasikan kependudukan dengan empat pilar pembangunan Indonesia tersebut. Sehingga Indonesia maju 2045 dapat diwujudkan," kata Hasto.

Baca juga : World Heart Day 2020: Perbaiki Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung

Kuncinya, lanjut Hasto, kependudukan harus menjadi pusat kegiatan pembangunan. Hasto menegaskan, kependudukan adalah faktor penentu keberhasilan pembangunan. Hasto mengatakan pentingnya Indonesia membangun strategi mencapai Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas.

Melalui kondisi PTS, diharapkan penduduk Indonesia akan memiliki daya saing aktif di dunia internasional. Untuk mewujudkan hal itu BKKBN menggencarkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

"Kini BKKBN hadir dengan cara baru, generasi baru dan era baru, melakukan rebranding dengan dengan logo baru, tagline baru, dan jingle. Jargon Dua Anak Cukup kini menjadi Dua Anak Lebih Sehat," ujar Hasto. 

Perubahan itu semua, kata Hasto, bertujuan agar BKKBN bisa lebih terhubung dengan generasi milenial yang menjadi fokus garapan BKKBN saat ini dan ke depan

"Karena generasi milenial yang saat ini berusia  40 tahun ke bawah yang akan mewarnai pembangunan Indonesia ke  depan," jelas Hasto.

Perencanaan keluarga adalah salah satu anak kunci dalam mewujudkan Indonesia maju 2045. Intinya, bagaimana anak bangsa bisa membuat perencanaan dengan baik saat akan menikah, saat kehamilan, hingga saat  membangun keluarga yang lebih berkualitas.

"Jangan terjadi kehamilan yang  tidak diinginkan misalnya. Jadi kehamilan harus direncanakan," jelas Hasto.

Aging population juga menjadi perhatian BKKBN. Pasalnya, Indonesia harus memiliki strategi penanganan lansia mengingat jumlahnya akan meningkat di 2045. 

"Lansia di 2045 memiliki pendidikan dan tingkat ekonomi yang rendah. Kita harus memiliki strategi yang tepat untuk mengatasinya, agar mereka tidak menjadi beban pembangunan dan Indonesia maju di 2045 dan dapat  terwujud," tutur Hasto.

Persoalan itu belum lagi ditambah dengan masalah disparitas penduduk yang belum merata. Disparitas ini menjadi isu dan kebijakan baru. Untuk itu, Hasto Wardoyo berharap akan ada "blue print" pembangunan kependudukan. 

Dalam blue print pembangunan kependudukan erat kaitannya dengan angka "Total Fertility Rate" (TFR) yang harus ditetapkan pemerintah agar tren pembangunan naik dan stabil ke depan. 

"Kami ingin bagaimana merumuskan ulang visi kependudukan, menganalisis dan menentukan rumusan tentang rencana aksi, hingga konsep rencana pembangunan ke depan. Kita ingin wujudkan "one single identity", Sistem informasi Keluarga (Siga) secara nasional akan kita bangun guna mendukung blue print kependudukan," tutur Hasto.

Hal yang juga menjadi menjadi perhatian BKKBN adalah penanganan stunting (kekerdilan), difabel dan gangguan mental emosional. Ketiganya ini ikut mempengaruhi percepatan mewujudkan Indonesia maju 2045. 

Saat ini angka stunting di Indonesia berada pada posisi 27,6 persen dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada 2024. Stunting sangat berkontribusi pada masalah kualitas SDM. 

Direktur pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) M. Chilifihani menilai  pengembangan kependudukan yang spesifik mutlak diperlukan. 

"Selain persiapan menuju penduduk lansia, Indonesia akan menjadi negara dengan penduduk usia produktif di 2024 sebanyak 174-180 juta, dari total penduduk saat ini sebanyak 279 juta," urai Cholifihani.

President Asian Population Association Aris Ananta menyatakan, pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi 5-6 pemain terbesar di dunia dengan "size" ekonomi terbesar. Saat itu, jumlah penduduk Indonesia diproyeksi sebanyak 318, 9 juta jiwa, harapan hidup 75,5 tahun, jumlah lansia 44,9 juta dari saat ini 11 juta jiwa, dan penduduk perkotaan 72,8 persen dari 49,9 persen saat ini. 

Aris berharap TFR bisa dijaga seimbang pada posisi 2,1, sehingga stabilisasi pembangunan dari populasi yang ada berjalan harmoni. Dia juga berharap arus urbanisasi menumbuhkan kota kecil dan sedang. Sehingga terjadi pemerataan pembangunan. 

"Kota-kota besar akan semakin berkembang di 2045. Perlu transformasi dan kebijakan kependudukan. Kita dorong dengan kebijakan yang berbeda," ujarnya. 

Aris mengingatkan, peran dan kapasitas kelembagaan daerah menjadi penting. Karena program mewujudkan Indonesia maju 2045 bukan semata pekerjaan pemerintah pusat. 

"Daerah Harus didorong lebih optimal," tandasnya.

Menurut Aris, peran BKKBN saat ini tidak hanya pengendalian kuantitas tapi juga kualitas penduduk yang seimbang.

Baca juga : Dua Minggu Luhut Tangani Covid-19, Satgas: Ada Penurunan Kasus

"Yakni pengetahuan kependudukan, perencanaan kependudukan, dan informasi kependudukan. Juga peningkatan pembangunan keluarga dan Sistem Informasi Keluarga," jelasnya.

Aris mengatakan, yang perlu dilakukan BKKBN ke depan adalah menyusun blue print Indonesia Emas 2045, pemaduan dan sinkronisasi kebijakan pengendalian penduduk terkait PTS, harmonisasi aturan sehingga BKKBN fokus pada kependudukan dan keluarga.

Selain itu, inovasi pelayanan KB dan KIE yang bervariasi antar daerah dengan mempertimbangkan disparitas, peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan, pemanfaatan data dan informasi kependudukan di mana fokus pada data informasi sektoral dan kemudian diolah menjadi satu data kependudukan. 

Staf Khusus Presiden RI Gracia Billy Mambrasar mengatakan, negara yang berhasil manfaatkan anak muda menjadi produktif adalah Korea Selatan. Sementara India dinilainya gagal. Dia juga meminta perhatian akan adanya tren yang terjadi pada anak muda.

"Ketika ekonomi negara beranjak dari bawah ke atas, apatisme anak muda menjadi naik. Bagaimana anak muda lebih mengutamakan hal hal kesenangan diri sendiri," terang Gracia. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. UBL

Wisuda UBL Dihadiri mantan Wapres dan Duta Besar Secara Virtual

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:51 WIB
Wisuda ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari pada 19-21 Oktober 2020 di Gedung Grha Mahardika Bujana (Auditorium) kampus.UBL...
ANTARA

IPB University akan Anugerahi Doni Monardo Doktor Honoris Causa

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:50 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa...
DOk. UT

UT Gelar RTM Perkuat Sistem Pembelajaran Berbasis IT

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:48 WIB
Pada t2019 RTM difokuskan dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ), maka tahun ini RTM berfokus pada bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya