Senin 28 September 2020, 22:00 WIB

Bencana Longsor di Kalimantan Utara Dipicu Hujan Ekstrem 157 Mm

Zubaedah Hanum | Humaniora
Bencana Longsor di Kalimantan Utara Dipicu Hujan Ekstrem 157 Mm

BMKG
Infografis

 

HUJAN ekstrem terpantau melanda Kalimantan Utara pada Minggu (27/9) dinihari hingga Senin (28/9) siang. Dalam keterangannya pada Senin (28/9) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, hujan di wilayah tersebut mencapai 157 mm seperti yang dilaporkan Stasiun Meteorologi Nunukan.

Sementara Stasiun Meteorologi Juwata di Tarakan, Kalimantan Utara, mencatat intensitas hujan dengan angka sebesar 130,4 mm. Hujan masuk kategori sangat lebat jika intensitas curah hujan mencapai 100-150 mm/hari. Jika curah hujan berlangsung lebih dari 150 mm/hari maka disebut dengan hujan ekstrem.

Hujan ekstrem tersebut berujung bencana dengan tewasnya belasan orang karena musibah tanah longsor di Tarakan, Kaltara dan merusakkan 19 unit rumah warga. Ada empat lokasi musibah longsor yaitu, di Juata Permai, Karang Anyar Pantai, Jalan Matahari dan Gunung Selatan.

Pada Senin (28/9) malam, BMKG kembali memberikan peringatan dini kepada masyarakat di Kalimantan Utara untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 29 September -30 September 2020.

Dalam maklumatnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di wilayah dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang itu untuk waspada. Maklumat sama ditujukan pada warga yang tinggal dan berlokasi dekat dengan sungai-sungai baik di bagian hulu hingga hilir serta wilayah berpotensi banjir.

Juga pemukiman yang berdekatan dengan tebing atau di wilayah perbukitan diminta untuk memantau kondisi lingkungan sekitar. BNPB menegaskan, langkah pencegahan dini dibutuhkan untuk mengantipasi dampak longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi mapun struktur tanah yang labil.

"Di tengah potensi bahaya hidrometeorologi ini, masyarakat juga diharapkan untuk memperhatikan protokol Kesehatan apabila harus melakukan evakuasi. Hal itu dilakukan karena pandemi covid-19 masih terjadi berbagai wilayah," kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (28/9). (H-2)
.

Baca Juga

Antara

Perkuat Ikatan Kebangsaan Guna Majukan Negeri

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:51 WIB
"Gus Dur (Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid) waktu berpesan cintailah tanah, air dan udara di atas segala-galanya," kata Budayawan...
Antara/Aprillio Akbar

Agar PJJ Efektif, Guru dan Orang Tua Harus Jalin Komunikasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:18 WIB
Sebelum pandemi covid-19, komunikasi guru dengan orang tua cenderung berjalan lancar secara tatap muka. Berbeda saat pandemi di mana...
AFP

Kemenag: 26 Ribu Jemaah Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:09 WIB
“Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya