Senin 28 September 2020, 15:55 WIB

Menimbang Elektabilitas Paslon di Pilkada Kaltara

mediaindonesia.com | Nusantara
Menimbang Elektabilitas Paslon di Pilkada Kaltara

Istimewa
Hasil survei menunjukkan paslon petahana di pilkda Kaltara memilili elektabilitas tertinggi diantara dua paslon lainnya.

 

DARI tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Kalimantan Utara (Kaltara) pada 9 Desember mendatang, pasangan petahana Irianto Lambrie-Irwan Sabri masih unggul dalam elektabilitas dengan keterpilihan sebesar 34,6%, pasangan Udin Hianggio-Undunsyah sebesar 18,3%, dan Zainal Arifin Paliwang-Yansen Tipa Padan (11,8%).

Demikian temuan survei terkini LSI Denny JA bertajuk 'Isu Ekonomi dan Pilihan Terhadap Calon Gubernur Kaltara 2020', yang dilansir Senin (28/9), di Tarakan, Kaltara.

Peneliti senior LSI Denny JA, Ikrama Masloman menjelaskan, survei dilakukan pada September 2020, dengan menggunakan 800 responden. Survei dilakukan dengan sample di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara, menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini 3,5%.

Dia menjelaskan, isu ekonomi selalu menjadi isu utama dalam dinamika politik elektoral, dimana ekonomi menjadi magnet kuat dalam membentuk tingkat keterpilihan para kandidat kepala daerah.

"Pentingnya Isu Ekonomi, maka para kandidat cenderung membangun image positifnya sebagai pribadi yang memiliki kemampuan menyelesaikan ekonomi. Entah dengan pengalaman pemerintahan bagi petahana, program dan janji ekonomi dan pengalaman advokasi usaha bagi para penantang akan ikut memperkuat dukungan jika dipersepsi memiliki kemampuan tersebut," ujarnya.

Isu Ekonomi menjadi isu utama, karena menurut publik kaltara masalah umum paling penting, yaitu mayoritas menyebut masalah ekonomi 51,5%, Infrastruktur 16,7%, kesehatan 11,2%, dan masalah lainnya di bawah 5%.

LSI 'melihat' isu ekonomi dinilai penting di semua Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Isu Ekonomi yang menyatakan paling penting, terbesar di Kota Tarakan 59%, Malinau (51,4%), Bulungan (48.5%), dan Nunukan (48,3%)

Mayoritas Publik Kaltara butuh figur yang mampu urus ekonomi, terlihat dari hasil survei dimana pertimbangan dalam memilih kandidat kepala daerah, 53,3% kandidat yang mampu memecahkan masalah ekonomi, kedua mampu memecahkan masalah sosial 15,7%, dan 11,5 mampu memecahkan masalah hukum dan korupsi dan 5,7 mampu memecahkan masalah keamanan.

"Mengapa elektabilitas Irianto Lambrie-Iwan Sabri tinggi? LSI memotret beberapa kekuatan. Pertama Irianto Lambrie paling dikenal, dengan popularitas di atas 90,2%, sedangkan kompetitornya Udin Hianggio-Undunsyah 74,8% dan Zainal Arifin Paliwang-Yansen Tipa baru dikenal 43,6%," jelasnya.

Kedua Tingkat Approval rating, atau tingkat kepuasan atas kinerja Irianto Lambrie dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, diman 66,7% menyatakan puas dengan kinerja Irianto Lambrie-Irwan Sabri.

"Sedangkan yang ketiga, Irianto Lambrie-Irwan Sabri dinilai paling mampu menyelesaikan persoalan ekonomi di Kaltara. Dan publik kaltara menilai Irianto Lambrie paling mampu dengan 30,9% kedua Udin Hianggio-Undunsyah 14,2% dan Zainal Arifin Paliwang-Yansen Tipa Padan sebesar 7%," lanjutnya.

Pasangan Irianto Lambrie-Irwan Sabri diusung oleh partai Nasdem, Golkar, Perindo, PBB, PKS dan PAN, serta dua partai pendukung non parlemen yaitu PSI dan Partai Berkarya. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pemprov Jabar Ingkatkan Tarif Tes PCR ada Aturannya

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya