Senin 28 September 2020, 15:34 WIB

Ini Sebab Klaster Kantor Meningkat Dibandingkan Transportasi

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Ini Sebab Klaster Kantor Meningkat Dibandingkan Transportasi

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6).

 

DOKTER spesialis gizi Cindiawaty Pudjiadi memaparkan kemungkinan penyebab tumbuhnya klaster perkantoran dibandingkan klaster transportasi kasus Covid-19.

Dalam webinar bertajuk 'Langkah Sehat di Masa Pandemi Covid-19', Senin (28/9), dokter yang akrab disapa Cindi itu mengatakan, karyawan cenderung lengah ketika berada di lingkungan yang akrab seperti perkantoran. Di perkantoran, warga akan bertemu dengan rekan satu perusahaan yang dianggap sudah dikenal baik sehingga lengah dalam protokol kesehatan.

Baca juga: DPR Minta Masker Berstandar SNI tak Diubah-ubah

Ia juga menyebut, waktu makan siang menjadi waktu-waktu yang vital menyebarnya virus Covid-19.

"Ketika bekerja mungkin iya, masker dipakai terus. Tapi, saat makan siang bagaimana? Otomatis masker diturunkan atau dilepas. Lalu, di sela santap siang akan mengobrol intens dan jarak dekat. Nah, inilah sarana virus menyebar," kata Cindi.

Sementara untuk transportasi umum menurutnya penularan justru bisa minim apabila petugas dan penumpang sama-sama disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Di angkutan umum kan kita tidak saling kenal. Protokol kesehatan ketat, tidak pakai masker dengan benar tidak boleh naik, tidak boleh mengobrol. Bahkan jenis masker juga spesifik diatur," ungkapnya.

Ia pun menyarankan kepada warga yang terpaksa masih harus bekerja di kantor di masa pandemi untuk hati-hati kapanpun di manapun. Ia juga tidak menyarankan karyawan makan siang bersama-sama melainkan harus sendiri-sendiri dan menjaga jarak.

"Beli makannya bergantian misal di kantin atau warung makan. Atau beli saja dan makan di kantor tapi dengan peralatan makan yang dipastikan bersih dan jaga jarak," jelasnya.

Selain itu, karyawan juga berpotensi menjadi pembawa virus kepada keluarga di rumah. Untuk itu, Cindi menyarankan agar saat masuk ke dalam rumah, harus segera mandi dan mengganti semua baju. Semua baju yang digunakan harus dimasukkan ke wadah terututup yang terpisah dari anggota keluarga lain.

"Semua barang bawaan juga dibersihkan dengan baik. Kita jangan sampai sudah lelah lalu malas membersihkan. Jangan sampai membawa virus bagi keluarga," tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/RAMDANI

250 Menu Nasi Ditawarkan saat Festival Nasi Online

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:35 WIB
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Pemerintah dalam memulihkan roda perekonomian...
DOK Sinarmas

Saleh Husin Kedatangan Tamu Istimewa Arief Yahya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 20:15 WIB
Saleh Husin merupakan sahabat Arief Yahya dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK saat...
Ist

Distribusi Bantuan Sosial di Indonesia Dapat Apresiasi Bank Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 19:50 WIB
Indonesia dinilai sukses menyalurkan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya