Senin 28 September 2020, 13:40 WIB

Pegiat Lingkungan Minta Keterbukaan Informasi Seputar Tambang

denny susanto | Nusantara
 Pegiat Lingkungan Minta Keterbukaan Informasi Seputar Tambang

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

 

SEJUMLAH lembaga non pemerintah mendesak pemerintah membuka dokumen dan hasil evaluasi perusahaan tambang pemegang kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kalimantan. Mereka tergabung Koalisi #BersihkanIndonesia
Desakan ini bertepatan dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia (The International Right To Know Day) yang jatuh pada 28 September. Mereka menilai tuntutan itu penting sebagai bagian dari upaya mendorong kebijakan energi Indonesia yang berorientasi bersih, pro lingkungan hidup serta menjamin keselamatan rakyat.
"Selama ini publik tidak pernah mengetahui apa saja hak dan kewajiban perusahaan tambang batubara skala besar. Masyarakat juga perlu tahu sudah sejauh mana kewajiban mereka sebagai pemegang kontrak dipatuhi dan dilaksanakan. Termasuk di antaranya perkembangan evaluasinya. Jangan sampai ujug-ujug diberi status perpanjangan tanpa keterbukaan informasi. Pemerintah harus membukanya ke publik," ujar Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashov Birry yang mewakili #BersihkanIndonesia, Senin (28/9).
Koalisi #BersihkanIndonesia terdiri atas Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Jatam Kaltim, dan Trend Asia. Mereka juga menyebutkan sejumlah perusahaan pemegang PKP2B yang harus dievalusi.
Sebelumnya, Jatam Kalimantan Timur telah melayangkan surat permohonan meminta informasi dari Kementerian ESDM terkait hal itu. "Karena itulah
kami merasa penting untuk mendesak pemerintah berlaku transparan, terbuka pada publik, terutama bagi masyarakat yang mengalami dampak buruk akibat operasi perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut," ujar dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang.

Sebagai Aset Dunia, Pegunungan Meratus Harus Dijaga
Sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, data-data tersebut termasuk dalam kategori data publik yang dapat kapan saja diakses dan dibuka pada masyarakat luas. "Keterbukaan harus dilakukan agar memudahkan kontrol, apakah kontrak-kontrak dan evaluasi yang pemerintah lakukan sudah sesuai dengan kaidah dan aturan perundang-undangan, termasuk kaidah membuka seluas-luasnya partisipasi dan aspirasi publik. Pasalnya, masyarakat sekitar sudah terdampak tambang dan masyarakat
sipil telah memiliki sejumlah catatan panjang mengenai rekam jejak sejumlah perusahaan itu di lapangan," tambah Pradarma.
Sementara Walhi Kalsel meminta pemerintah untuk mengevaluasi sejumlah
perusahaan pemegang PKP2B. "Jangan hanya berbasiskan pada hal-hal yang sifatnya administratif," ujar Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.
Ia menuding sejumlah perusahaan tambang besar memiliki segudang kejahatan, mulai dari kasus pencemaran, perampasan lahan, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk persoalan reklamasi dan rehabilistasi lubang tambang yang tidak dilakukan," tandasnya.
Data-data ini harusnya menjadi instrumen penting dalam melakukan
evaluasi, jika tidak maka dikhawatirkan evaluasi yang diselenggarakan hanya formalitas dan tertutup. Seperti diketahui, direktur direktorat pembinaan. (N-3)

Baca Juga

Antara

Wisatawan ke Cianjur Harus Jalani Rapid Test

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:05 WIB
WISATAWAN yang hendak berlibur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani tes cepat (rapid test) di check point Seger...
MI/Heri Susetyo

Maulid Nabi Pemicu Semangat Mengabdi Negara dan Layani Masyarakat

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:52 WIB
KH Ali Mas’ud mengingatkan kepada yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Sebab banyak nikmat yang telah...
MI/Akhmad Safuan

Pendaki Dilarang Terlalu Dekat dengan Kawah Gunung Slamet

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:50 WIB
Demikian juga pendakian Gunung Ungaran yang sebelumnya ditutup karena kebakaran, pada liburan panjang ini kembali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya