Senin 28 September 2020, 05:53 WIB

Presiden Azerbaijan Beri Peringatan Keras Atas Serangan Armenia

Antara | Internasional
Presiden Azerbaijan Beri Peringatan Keras Atas Serangan Armenia

AFP
Baku tembak antaea

 

PRESIDEN  Azerbaijan Ilham Aliyev mengeluarkan peringatan keras atas provokasi militer berskala besar oleh tentara Armenia di garis depan pada Minggu pagi (27/9). Ia menegaskan siapapun yang mencoba mengintimidasi Azerbaijan akan menyesal. Dalam pidatonya kepada rakyat Azerbaijan, Presiden Aliyev mengatakan angkatan bersenjata Armenia menembaki permukiman Azerbaijan dan lokasi-lokasi militer dari beberapa arah dengan menggunakan berbagai jenis persenjataan, termasuk artileri berat.
  
"Akibat tembakan musuh, ada korban di antara penduduk sipil dan prajurit kami. Beberapa orang terluka. Semoga Allah mengistirahatkan para syuhada kami dengan tenang," kata dia, tanpa menyebutkan jumlah korban secara spesifik.
  
Aliyev bersumpah untuk membalas darah para martir, dengan mengatakan bahwa tentara Azerbaijan terus melakukan pembalasan terhadap lokasi militer Armenia. Banyak unit peralatan militernya telah dihancurkan.
  
"Ini adalah perwujudan lain dari fasisme Armenia," ujar dia.
  
Pemimpin Azerbaijan itu menambahkan bahwa selain serangan itu, Armenia tetap melanjutkan pemukiman ilegal di wilayah Azerbaijan.
  
"Azerbaijan mempertahankan tanahnya, Karabakh (bagian atas) adalah milik Azerbaijan," Aliyev menegaskan.
  
Juli lalu, tentara Armenia menyerang militer Azerbaijan dengan tembakan artileri, membunuh 12 tentara Azerbaijan, termasuk perwira tinggi, dan melukai empat tentara. Seorang warga sipil tua juga menjadi martir. Pada 21 September, bentrokan di wilayah yang sama berkobar lagi ketika seorang tentara Azerbaijan menjadi martir dan seorang lainnya terluka.

baca juga: Sengketa Wilayah, Armenia dan Azerbaijan Kembali Baku Tembak
  
Sejak 1991, militer Armenia secara ilegal menduduki Karabakh Atas, atau wilayah Nagorno-Karabakh yang adalah wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia dari Karabakh Atas dan tujuh wilayah Azerbaijan lainnya yang diduduki.
  
OSCE Minsk Group, sebuah kelompok dibentuk pada 1992 dan diketuai bersama Prancis, Rusia, dan AS gagal menenukan solusi damai konflik Armenia dan Azerbaijan. (OL-3)
 

Baca Juga

AP Photo/Thibault Camus

Menlu Iran Balas Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:30 WIB
Pernyataan tersebut menjadi petunjuk yang jelas terhadap ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap kritis terhadap...
AFP

Oposisi Minta PM Prayut Mundur

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:50 WIB
PARTAI oposisi terbesar di Thailand menyerukan agar Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengundurkan...
AFP

Gencatan Senjata Karabakh Gagal

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:30 WIB
UPAYA ketiga untuk menghentikan pertempuran selama berminggu-minggu di Nagorno Karabakh telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya