Senin 28 September 2020, 05:21 WIB

Vaksin Johnson & Johnson Perlihatkan Respons Kekebalan

Bernama/Hym/Wan/X-6 | Humaniora
Vaksin Johnson & Johnson Perlihatkan Respons Kekebalan

Medcom.id
Ilustrasi

 

PERUSAHAAN farmasi dan perangkat medis Amerika Serikat Johnson & Johnson telah mengembangkan vaksin yang dalam uji coba awal menunjukkan respons kekebalan yang kuat terhadap virus korona baru dengan dosis tunggal.

Perkembangan itu dilaporkan kantor berita Sputnik mengutip laporan sementara yang diterbitkan di situs medis medrxiv.

“Profil keamanan dan imunogenisitas setelah hanya satu dosis mendukung untuk pengembangan klinis lebih lanjut (vaksin) Ad26. COV2.S pada tingkat dosis 5x1010 vp, sebagai vaksin yang berpotensi melindungi terhadap covid-19,”
kata laporan itu.

“Dosis tunggal Ad26.COV2.S menimbulkan respons humoral yang kuat di sebagian besar penerima vaksin,” tambah laporan. Vaksin Johnson & Johnson ialah yang keempat di Amerika Serikat yang memasuki fase terakhir uji klinis.

Presiden Donald Trump telah berjanji 100 juta dosis vaksin akan didistribusikan ke seluruh ‘Negeri Paman Sam’ pada akhir tahun ini. Trump mengatakan vaksin dapat tersedia untuk didistribusikan sebelum pilpres pada 3 November.

Sementara itu, di Indonesia, kayu putih dan Eucalyptus yang sempat dikabarkan dapat membunuh virus covid-19 dinyatakan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Menurut staf pengajar S-2 Herbal Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Fadlina Chany Saputri, selama ini penelitian mengenai kayu putih maupun Eucalyptus baru ada pada tahap awal atau docking yang merupakan salah satu metode yang dapat memprediksi interaksi antarmolekul sehingga hal itu memerlukan penelitian lebih lanjut lagi.

“Jadi memang baru sampai docking sehingga kita mengatakan ini hanya berpotensi. Jangan karena adanya informasi ini, jadi beramai-ramai itu kita tidak bisa mempertanggungjawabkannya secara il miah,” kata Fadlina dalam webinar yang digelar Fakultas Farmasi UI, kemarin.

Secara umum, Cajuputi atau kayu putih berasal dari family yang sama, yaitu Myrtaceae. Sebagian besar pengobatan tradisional digunakan untuk influenza, flu, batuk, dan pengobatan perut dengan memanfaatkan essential oil dari daun dan kulit batang serta menggunakan kulit batangnya sebagai ekstrak.

Adapun Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr (cand) dr Inggrid Tania Msi menyatakan potensi kayu putih dan Eucalyptus lebih realistis jika keduanya diklaim sebagai antiinflamasi. “Karena untuk ini bisa dapat langsung melakukan uji klinik covid-19 dengan menilai efi kasi dalam mengurangi gejala dan tanda infl ama si dalam sistem pernapasan.” (Bernama/Hym/Wan/X-6)

Baca Juga

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRC

Tetap Sehat di Tengah Berkah Wisata

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 01 November 2020, 05:00 WIB
Pengawasan terhadap pengunjung objek wisata tidak boleh kendur. Wisatawan tetap harus menerapkan...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jurnalis Ujung Tombak Informasi Vaksinasi

👤Ant/E-2 🕔Minggu 01 November 2020, 04:50 WIB
KOMITE Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berpendapat jurnalis dan media sangat berperan dalam menyebarkan...
Michael Sohn / POOL / AFP

UE Dorong Pembatasan yang Lebih Luas

👤Nur/CNA/AFP/I-1 🕔Minggu 01 November 2020, 04:45 WIB
Eropa dan Amerika Serikat telah muncul sebagai zona bahaya covid-19 saat ini dalam krisis global, yakni lebih dari 44,94 juta orang telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya