Minggu 27 September 2020, 23:04 WIB

Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

Syarief Oebadiillah | Humaniora
Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

MI/Adam Dwi
Rektor IPB University Arif Satria

 

'TERPILIH menjadi bagian dari penyintas (survivor) covid-19 tentu bukanlah hal yang saya harapkan. Namun saya bersyukur, karena barangkali begitulah caraNya agar saya punya kesempatan belajar hal baru, termasuk introspeksi diri "

Demikian pernyataan Rektor IPB University Arif Satria melalui keterangan tertulisnya pada Media Indonesia, Minggu (27/9).

Paling tidak ada tiga catatan pembelajaran yang ingin ia bagikan sebagai penyintas Covid-19. :Pertama, ketahanan spiritua;, mengutip Ibnu Sina, Arif mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah awal kesembuhan

”Karena itu, pertanyaannya : apa yang menjadi sumber ketenangan?," ujarnya.

Mengutip sejumlah ayat dalam kitab suci Al-Quran, Arif mengaku membangun keikhlasan dan membangun prasangka baik, termauk melihat Covid-19 sebagai momentum perbaikan diri menjadi pribadi yang berkualitas yang sabar, rendah hati, peduli, dan menjadi hamba yang lebih baik.

Pelajaran kedua, lanjutnya, ialah ketahanan interpersonal. Arif secara terbuka mengakui terinfeksi Covid-19 agar memudahkan penelusuran kontak erat dan mempersempit ruang penularan.

"Setelah informasi meluas, doa terus bergema. Yang pokok adalah doa orang tua dan keluarga yang memiliki ketulusan khusus. Begitu pula peran para sahabat dalam mengirimkan doa dan semangat, mengirimkan tips pengobatan, dan bahkan banyak yang membantu obat-obatan, " papar Arif.

Dia mengingatkan komunikasi interpersonal yang baik menjadi sumber kebahagiaan. Sebaliknya, komunikasi interpersonal yang buruk akan menjadi energi negatif yang menguras emosi yang bisa menurunkan imun.

Baca juga : Kembali Pimpin Universitas Moestopo, Rudy Ingin Adopsi Digitalisas

"Cinta tulus tak bersyarat para sahabat melalui doa dan atensi adalah energi positif yang menciptakan ketenangan, semangat baru, dan optimisme kesembuhan yang bisa memperkuat imun, " paparnya.

Pelajaran ketiga, ketahanan fisik. Menurutnya, ketahanan fisik juga harus diperkuat dengan tindakan medis. Rumah sakit memiliki standar obat-obatan anti Covid-19 berupa paket multi vitamin C-D-E & zinc, obat-obatan termasuk antibiotik, makanan bergizi dan obat kumur, yang sebagian besar ditujukan peningkatan imun. RS melakukan pemantauan rutin suhu, tekanan darah dan saturasi.

"Siapapun yang dinyatakan positif sebaiknya dibawa ke rumah sakit untuk diagnosis: paru-paru, darah, dan sekaligus deteksi kemungkinan ada penyakit sampingan yang akan berpengaruh untuk strategi pengobatan Covid-19, " ujarnya.

Selain itu, Arif mengaku mengkonsumsi obat-obatan herbal berbaga jenama (merek), propolis, permen Cajuput kayu putih inovasi IPB, madu, jahe merah, dan setiap saat menghirup aroma minyak kayu putih dengan euca roll on, maupun menghirup uap air panas yang ditetesi kayu putih.

"Semua konsumsi obat herbal perlu kita konsultasikan ke dokter. Jadi, kunci menghadapi Covid-19 adalah imun, dan peningkatan imun bisa terjadi karena penguatan ketahanan spiritual, interpersonal, dan fisik, " tukasnya.

Arif menegaskan, uraiannya bukan berpretensi sebagai analisis faktor kesembuhan.

"Tulisan atau kabar ini adalah sekedar cerita dan refleksi apa yang saya lakukan dan alami selama 6 hari perawatan di RS yang Alhamdulillah kemudian saya dinyatakan sembuh dari covid-19 setelah uji swabnya negatif. Mari kita terus saling mendoakan semoga sehat selalu sehat walafiat. Semoga bermanfaat, " pungkas Arif.(OL-7)

Baca Juga

Antara/Septianda Perdana

Muslimat NU Diminta Respons Kebutuhan Dakwah Milenial

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:24 WIB
Menteri Agama berharap Muslimat NU terus melakukan penerjemahan atas kebutuhan dakwah dan pendidikan agama di tengah kaum...
AFP/Vincenzo Pinto

Vaksin Covid-19, Pakar: Kalau tak Aman, Uji Dihentikan Sejak Awal

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 12:59 WIB
Guru Besar Fak Kedokteran Unpad Cissy mengatakan apabila vaksin Sinovac ditemukan tidak aman atau menimbulkan efek samping berbahaya...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Siswa SMP di Tarakan Bunuh Diri, KPAI Minta PJJ Dievaluasi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:30 WIB
KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya