Minggu 27 September 2020, 19:15 WIB

198 Ton Daging Olahan Ayam Masuk Sulut, Harus Karantina Dahulu

mediaindonesia.com | Ekonomi
198 Ton Daging Olahan Ayam Masuk Sulut, Harus Karantina Dahulu

DOK KEMENTAN

 

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado merilis data dari sistem One Stop Service (OSS) volume pemasukan daging ayam olahan ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan III-2020. Totalnya 165 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp16,3 miliar. 

Jumlah ini bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019 yang hanya 198 ton, menurun 17%. Hal ini diprediksi akibat adanya pembatasan berskala besar berupa penutupan gerai makanan cepat saji dan restoran yang terbatas waktu operasionalnya akibat pandemi.

"Produk olahan ini masuk melalui seluruh tempat pemasukan di Sulut yang kami jaga berasal dari berbagai kota," kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado saat melakukan monitoring tindakan karantina pertanian di gudang pemilik CV. BL, Manado, Sabtu (26/9).

Menurut Donni, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut.

Saat ini sebanyak 6,8 ton produk olahan ayam milik CV BL tiba di dermaga bongkar Pelabuhan Bitung dengan menumpang kapal KM Tanto Tangguh dari Surabaya.

Masih menurut Donni, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian volume serta jenis produk.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.  Pengujian berupa Total Plate Count (TPC) yang dilakukan di Laboratorium Karantina Pertanian Manado. 

"Pengujian ini untuk menunjukkan jumlah mikroba yang terdapat dalam suatu produk dengan cara menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media," tambah Donni.

Kelancaran arus barang
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan bahwa pengawasan keamanan dan pengendalian mutu bahan pangan dan pakan asal produk pertanian adalah tugasnya. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang perkarantinaan nomor 21/2019.

"Selain tugas utama menjaga kelestarian sumber daya alam hayati kita yang sangat kaya ini," kata Jamil.

Selain itu juga sesuai arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) agar menjamin kelancaran arus barang pertanian. Untuk itu ia menginstruksikan jajarannya untuk terus lakukan sinergitas dengan pemangku kepentingan di unit kerja. "Jadi produk pertanian yang dilalulintaskan tidak hanya sehat dan aman saja tapi juga harus lancar,"
tukas Jamil. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ist/Medcom.id

Indonesia kian Berpengaruh di Indo-Pasifik

👤Medcom.id/Ant/P-2 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:44 WIB
(Kedatangan Pompeo) ini ialah (bukti) balance di...
Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Sinergi Diperlukan untuk Jadi Produsen Industri Halal Dunia

👤Iam/X-10 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:50 WIB
Ekspor produk Indonesia ke negara berpenduduk mayoritas muslim tidak dapat dilepaskan dari peran produsen produk halal Indonesia, khususnya...
AFP/JUSTIN SULLIVAN

Tesla Berencana Tambah 52 Pusat Layanan di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 23:45 WIB
Produsen mobil listrik itu telah memperluas jaringan pusat layanan dan Supercharger untuk mengimbangi armadanya yang terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya