Minggu 27 September 2020, 19:35 WIB

Berita Potensi Tsunami, BMKG Imbau Masyarakat Tak Panik

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Berita Potensi Tsunami, BMKG Imbau Masyarakat Tak Panik

ANTARA/BASRI MARZUKI
Anak-anak bermain di kompleks hunian tetap (Huntap) bagi para korban bencana di Palu, Sulawesi tengah, Sabtu (26/9).

 

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengimbau warga untuk tidak panik dalam menanggapi berita adanyanya potensi gempa megathrust maupun tsunami setinggi 20 meter.

"Kami berharap masyarakat terus meningkatkan literasi, selanjutnya tidak mudah kagetan setiap ada informasi potensi bencana," kata dia di Jakarta, Minggu (27/9).

Ia berpendapat, kecemasan dan kepanikan publik yang muncul menyusul peredaran informasi mengenai potensi gempa megathrust dan tsunami ini kemungkinan terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Baca juga: Sistem Deteksi Gempa UGM Bisa Prediksi Gempa 3 Hari Sebelumnya

Potensi tsunami setinggi 20 meter itu dikemukakan oleh ilmuwan di ITB, berdasarkan laporan ilmiah yang juga bersumber dari data BMKG. Tsunami sebesar itu bisa terjadi manakala dua segmen lempeng bumi di zona megathrust selatan Jawa bergerak simultan. Gempa lebih dari M 8,7 mungkin bakal terjadi sehinggatsunami besar muncul.

Namun, menurutnya informasi mengenai potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli sebenarnya ditujukan sebagai acuan mitigasi. Tetapi sebagian warga kurang tepat dalam memahami, menganggapnya sebagai potensi bencana yang akan terjadi dalam waktu dekat.

"Ini masalah sains komunikasi yang masih terus saja terjadi, karena hingga saat ini masih ada gap atau jurang pemisah antara kalangan para ahli dengan konsep ilmiahnya dan masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pengetahuan yang sangat beragam," kata Daryono.

Lebih lanjut, ia mengatakan kepanikan masyarakat semacam ini sering berulang setelah tsunami melanda Aceh tahun 2004. Beberapa kasus bahkan terjadi lantaran media tidak utuh dalam menyajikannya sehingga menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat.

"Masyarakat juga jangan mudah terpancing dengan judul berita dari media yang dengan bombastis memberitakan potensi bencana," kata Daryono.

Ia menjelaskan bahwa zona megathrust sebenarnya sekedar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Seluruh aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan gempa megathrust tidak selalu berkekuatan besar. Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi dan seberapa besar. (H-3)

Baca Juga

Biro Pers Istana

Jokowi: Penghormatan Tertinggi untuk Dokter Gugur saat Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 18:20 WIB
"Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling...
Ist

Osteoporosis Bukan Hanya Soal Kurang Kalsium

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 17:43 WIB
Konsumsi obat-obatan golongan steroid dan beberapa jenis penyakit seperti autoimun, ginjal, hati, radang sendi, serta hipertiroid juga bisa...
Dok MI

Perlu Sosialisasi Masif untuk Tingkatkan Pemahaman soal Kanker

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 17:40 WIB
Minimnya informasi tentang kanker, menurut Lestari, menyebabkan masyarakat kerap terlambat dalam mengantisipasi gejala-gejala kanker yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya