Minggu 27 September 2020, 17:18 WIB

Presiden Sampaikan Apresiasi kepada Tenaga Medis Covid-19

Andhika Prasetyo | Humaniora
Presiden Sampaikan Apresiasi kepada Tenaga Medis Covid-19

Dok. Sekretariat Pers Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis yang telah dan masih terus bekerja keras dalam menangani pasien-pasien covid-19.

Jokowi memahami bahwa pekerjaan tersebut sangat tidak mudah. Tenaga kesehatan sangat berisiko tinggi terpapar virus covid-19 dari pasien yang mereka tangani.

"Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan karena memang bekerja menangani covid-19 ini tidak ringan. Oleh sebab itu, sekali lagi saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan seluruh rekan-rekan perawat, tenaga kesehatan, dokter, semua dalam berjuang terus melawan pandemi ini. Semoga semua segera cepat selesai," ujar Presiden sebagaimana dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Minggu.

Kepala negara juga sempat berbincang langsung dengan seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, Sifira Kristiningrum.

Dari perbincangan tersebut, Jokowi mengetahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 sangat kesulitan untuk bertemu keluarga mereka.

"Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?" tanya Jokowi dari Istana Bogor, Jawa Barat.

Sifira pun menceritakan bahwa ia telah lima bulan menangani pasien covid-19. Dalam kurun itu pula jarang bertemu keluarga.

Baca juga : Ketua Satgas: Penularan Covid-19 Berasal dari Orang Terdekat

"Saya diizinkan pulang setelah satu bulan. Tapi saya harus cek swab dulu. Kalau negatif, saya boleh pulang," ujar Sifira.

Di rumah sakit tempatnya bertugas, ia bertanggung jawab di ruangan Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan dilengkapi 11 ventilator.

Selama menangani covid-19, ia merasa sangat sedih ketika ada pasien yang merasa ketakutan.

"Jika pasien mengalami sesak napas tetapi dalam kondisi sadar, mereka pasti mengeluh takut," tuturnya.

Sifira pun menitipkan pesan bagi seluruh masyarakat di Tanah Air untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan disiplin.

"Protokol kesehatan tetap tolong dipatuhi. Sekarang saya masih lihat kerumunan massa yang tidak memakai masker, masih suka berkerumun," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Siswa SMP di Tarakan Bunuh Diri, KPAI Minta PJJ Dievaluasi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:30 WIB
KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Makin Menurun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:33 WIB
Prof Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia sebanyak 60.569 atau 14,9%. Kondisi di Indonesia ini sangat baik jika...
AFP/Luka Gonzales

Akselerasi Persiapan Logistik dan SDM untuk Vaksinasi Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:20 WIB
Wiku menyebut jumlah SDM yang dipersiapkan sebanyak 739.722 orang. Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya