Minggu 27 September 2020, 11:20 WIB

Perlu Peran Guru dan Orang Tua pada Literasi Gizi di Sekolah

Mediaindonesia.com | Humaniora
 Perlu Peran Guru dan Orang Tua pada Literasi Gizi di Sekolah

Dok.FFI
Seorang anak tengah belajar jarak jauh di rumahnya.

 

DALAM situasi yang mengutamakan pertimbangan kesehatan dan keselamatan semua, dunia pendidikan menghadapi tantangan pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa, orangtua serta guru termasuk pendidikan gizi. Literasi gizi pun semakin penting untuk dipelajari, dipahami dan diterapkan oleh siswa di sekolah sebagai bagian dari pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif yang diperlukan bangsa Indonesia untuk melalui masa pandemi covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya saat membuka webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” bersama lebih dari 700 guru dan orang tua dari sekolah-sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta yang digelar PT Frisian Flag Indonesia (FFI), Minggu (27/9).

Baca juga: Pemerintah Jamin Kebutuhan Gizi Anak Selama Pandemi

“Orang tua memiliki peran sangat penting dalam proses pendidikan anak termasuk dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hikmah di masa pandemi kita diajarkan mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif, kreatif, dan inovatif," ujar Nadiem.

"Orang tua adalah sentral di dalam pendidikan anak. Inilah saatnya semua komponen pendidikan, orang tua, guru dan siswa berkolaborasi mencoba hal baru, banyak tanya, banyak coba dan banyak karya,” imbuhnya

Sejak diluncurkan pada 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada para siswa sekolah dasar. Gernus mengutamakan kegiatannya untuk mendukung Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang digagas Kemendikbud RI.

“BPOM RI memberikan penghargaan atas kerja sama korporasi sebagaimana inisiatif yang disampaikan oleh FFI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Kesehatan melalui sosialisasi keamanan pangan kepada anak-anak kita dengan melibatkan komunitas sekolah termasuk guru dan orang tua. Kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah sebuah perilaku yang harus kita tanamkan kepada anak-anak sejak pendidikan dini. Saat di sekolah, bapak dan ibu guru adalah role model, dan saat anak-anak pulang, maka orang tua menjadi role model ini. Pengetahuan dan perilaku yang sadar pangan aman akan membentuk generasi yang sehat," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dra. Dewi Prawitasari, Apt., M.Kes.
 
Hingga saat ini Gernus telah menjangkau 2.520.774 siswa dan 4.886 guru di 4.806 sekolah dasar di Indonesia, dan mengedukasi tentang pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif di lingkungan sekolah dasar serta membiasakan minum susu setiap hari.

Dalam kesempatan yang sama, pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH. menekankan pentingnya sikap dan semangat untuk meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi, “Di tengah krisis kesehatan, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia, kita harus benar-benar menyiapkan literasi gizi anak-anak kita, dimulai dari sekolah dasar. Dengan kebiasaan baru dan diberlakukan program BDR, literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa tapi juga membutuhkan peran aktif orang tua."

“Peran teknologi informasi dan pemanfaatan media digital dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan teknologi digital, guru dan orang tua di seluruh pelosok Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat informasi dan pengetahuan seperti halnya mereka yang tinggal di kota. Teknologi digital memberikan kesempatan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk maju dan kita harus mampu mengoptimalkan kemajuan teknologi ini untuk pendidikan Indonesia, termasuk pendidikan literasi gizi,” tambah pakar edukasi digital Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., MPhil., MA.

Sementara itu,  Corporate Affairs Director PT. Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan gizi di Indonesia, “Frisian Flag Indonesia akan terus melakukan sosialisasi pendidikan gizi. Gernus adalah salah satu kendaraan kami, dan tahun ini kami sangat senang dapat terlibat program BDR  dari Kemendikbud dan mendukung program ‘keamanan pangan’ dari BPOM."

Andrew juga mengajak masyarakat lebih sadar untuk mengonsumsi susu secara rutin sebagai bagian dari upaya untuk membantu meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia. Apalagi di masa pandemi ini, kesehatan menjadi sangat penting.  (RO/A-1)

Baca Juga

Ist

AKM Memacu Guru Perbaiki Mutu Pembelajaran di Kelas

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:24 WIB
Dengan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dan Survei Karakter (SK), guru akan termotivasi untuk memperbaiki mutu proses...
Antara

Menag Ajak Ormas Menggerakan Wakaf Uang

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:46 WIB
Fachrul menjelaskan, wakaf uang juga memiliki prospek sebagai salah satu pilar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Kasus Covid-19 Hari ini Tambah 3.602

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:35 WIB
Kasus aktif merupakan pasien yang masih terinfeksi virus korona dan mengidap covid-19. Mereka bisa menjalani perawatan di rumah sakit atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya