Minggu 27 September 2020, 13:15 WIB

PT Ceria Raih Predikat Perusahaan Berkelas Dunia

mediaindonesia.com | Ekonomi
PT Ceria Raih Predikat Perusahaan Berkelas Dunia

Istimewa
Ilustrasi

 

PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan Pertambangan Nikel Terintegrasi Pengolahan dan Pemurnian beserta fasilitas pendukungnya, meraih predikat sebagai perusahaan berkelas dunia.

Pasalnya, PT Ceria baru saja meraih tiga sertifikat berstandar internasional diantaranya Sertifikat ISO 9001: 2015, Sertifikat ISO 14001: 2015 dan Sertifikat ISO 45001:2018.

Direktur Utama Evodia Global Sertifikasi (EGS) Umi Fadhila mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi ISO, PT Ceria telah melalui serangkaian penilaian secara ketat dalam kurun waktu yang panjang.

Dalam prosesnya kata Umi, PT Ceria  dinilai telah memenuhi seluruh standar penilaian tersebut.

"Sertifikasi ISO 9001 merupakan standar bertaraf internasional di bidang sistem manajemen mutu. Penilaian kami, PT Ceria telah sesuai dan memenuhi persyaratan internasional dalam hal sistem manajemen mutu," jelasnya melalui keterangan persnya, Minggu (27/9)

Sistem manajemen mengarah pada apa yang perusahaan lakukan untuk melakukan proses atau aktivitas, sehingga produk nikel yang dihasilkan PT Ceria memenuhi tujuan.

Tujuan produk yang dihasilkan PT Ceria telah ditetapkannya sendiri, diantaranya; Memenuhi persyaratan kualitas konsumen, sesuai dengan peraturan dan sesuai dengan tujuan lingkungan.

Dikatakan, Sertifikasi ISO 9001 2015 merupakan suatu standar bertaraf internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, atau bisa disebut juga sebagai Sertifikasi Sistem Manajemen Kualitas. Sertifikasi ini menetapkan berbagai persyaratan, pedoman, dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu Sertifikasi Manajemen Kualitas.

Tujuannya untuk menjamin produk yang dihasilkan perusahaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan badan standar dunia yaitu ISO.

Sedangkan Sertifikat ISO 14001:2015 adalah standar yang disepakati secara internasional dalam menerapkan persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan (SML).

"Penilaian yang paling penting seperti penerapan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sustainability produk, dan komitmen untuk mewujudkan green economic, terutama bagi masyarakat setempat," jelasnya.

SML membantu organisasi memperbaiki kinerja lingkungan melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan pengurangan limbah, sehingga mendapatkan keunggulan kompetitif dan kepercayaan pemangku kepentingan.

"Sistem Manajemen Lingkungan (SML) membantu perusahaan mengidentifikasi, mengelola, memantau dan mengendalikan isu lingkungan secara holistik," jelasnya.

Sementara sertifikat ISO 45001:2018  adalah standar internasional pertama di dunia yang menetapkan persyaratan atau pedoman untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).

"PT Ceria telah berhasil lulus audit dan mendapatkan tiga sertifikat ISO, artinya perusahaan tersebut telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan secara internasional," imbuhnya.

Sebagai informasi, PT Ceria saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pabrik peleburan dan pengolahan bijih nikel dengan teknologi Rectangular Rotary-kiln Electronic Furnace (RKEF) untuk memproduksi Ferronickel (FeNi) dan mengembangkan pabrik pengolahan nikel dan kobalt dengan teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk memproduksi bahan baku baterai untuk kendaraan listrik. Lokasi proyek berada di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA

Potensi Sentimen Positif dari UU Cipta Kerja

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:14 WIB
Di kuartal IV, diprediksi tren pemulihan ini masih berpotensi terjadi, didukung oleh akselerasi penyerapan anggaran penanganan pandemi...
ANTARA/Nova Wahyudi

Faktor Eksternal Pengaruhi Rupiah Menguat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:59 WIB
Kesenjangan antara Partai Republik dan Partai Demokrat telah berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa ia bersedia...
dok uns

UU Cipta Kerja Sederhanakan Regulasi yang Mempersulit Sektor Ritel

👤RO/Micom 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:58 WIB
Deregulasi akan mengurangi celah korupsi berbentuk pungutan liar (pungli). Praktik kotor itu memengaruhi peningkatan ongkos...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya