Minggu 27 September 2020, 09:42 WIB

RA Kartini Teladan Kemandirian Ekonomi Perempuan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
RA Kartini Teladan Kemandirian Ekonomi Perempuan

MI/BRIYANBODO HENDRO
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

 

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak seluruh perempuan Indonesia meneladani sepak terjang RA Kartini dalam memperjuangkan kemandirian, baik lewat perjuangan hak-hak perempuan dan membangkitkan kewirausahaan di kalangan perempuan.

"Banyak orang tidak tahu bahwa RA Kartini adalah perempuan yang berjuang mengembangkan kewirausahaan di Indonesia dengan memperkenalkan seni ukir dan batik dalam pameran di Belanda, saat RA Kartini berusia 17 tahun," ungkap Lestari dalam Dialog Kebangsaan secara daring dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

Dalam dialog yang dihadiri sejumlah tokoh Kabupaten Rembang itu, mangedepankan tema Pemikiran Kemandirian Ekonomi R.A Kartini sebagai Warisan Bangsa. Selain Lestari, dialog tersebut menghadirkan  Sri Wulan, SE, MM (Anggota DPR RI Dapil 3 Jawa Tengah) dan Vivit D Atnasari (Ketua IWAPI Kab Rembang) sebagai narasumber.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, semangat kewirausahaan yang dirintis R.A Kartini saat ini menjadikan Kabupaten Jepara di Jawa Tengah menjadi sentra ukiran yang terkenal hingga mancanegara. Kewirausahaan, menurut Rerie, merupakan salah satu pintu masuk bagi para perempuan untuk menuju kemandirian. Membangkitkan semangat kewirusahaan di kalangan perempuan, tambahnya, juga bisa menjadi salah satu jalan keluar dari sejumlah krisis yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Saat ini, jelas Rerie, Indonesia sedang mengalami krisis di sektor kesehatan dengan menyebarnya wabah Covid-19 yang belum mampu dikendalikan. Dampak dari penyebaran Covid-19, juga sudah merambah ke sektor ekonomi, dengan masuknya Indonesia ke fase resesi karena pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan angka negatif dua kuartal berturut-turut.

"Dengan berdaya secara ekonomi, saya kira banyak hal bisa dilakukan para perempuan untuk berkiprah di lingkungan yang lebih luas lagi, dan mengupayakan kesehatan keluarganya meningkat di masa pandemi ini," ujar legislator Partai NasDem itu.

Menurut Rerie, perkembangan teknologi memang tidak bisa dibendung, di era Industri 4.0 ini penggunaan teknologi sangat intens di berbagai sektor, termasuk sektor bisnis atau wirausaha. Di era Industri 4.0 saat ini, Rerie menyarankan, para perempuan untuk belajar dan membiasakan diri dengan memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usahanya agar tetap bisa survive, bahkan bersaing.

Warga Demak Diminta Galang Persatuan

Selain berdialog dengan para tokoh perempuan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/9) lalu, Rerie juga berdialog dengan tokoh masyarakat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hadir dalam pertemuan itu antara lain, Pimpinan Masjid Agung Demak, KH Abdullah Syifa.

Dalam pertemuan secara daring dengan para tokoh Demak itu, Rerie mengajak masyarakat Demak mengambil peran dalam satu bingkai kebangsaan, sebagai pemersatu bangsa, di tengah berbagai krisis yang sedang melanda bangsa Indonesia saat ini. Di masa masuknya Islam ke Nusantara, tegas Rerie, para tokoh di Demak, Jawa Tengah tidak hanya meyebarkan Islam di Pulau Jawa, tetapi hingga seluruh Nusantara.

"Saat ini kita sedang menghadapi krisis multidimensi yang dipengaruhi faktor internal dengan mulai lunturnya sikap toleransi, rasa persatuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila," ungkapnya.

baca juga: Bamsoet Ajak Lady Bikers Jadi Relawan Empat Pilar MPR RI

Sedangkan dari sisi eksternal, ungkap Rerie, saat ini masyarakat sedang menghadapi gempuran ideologi dari luar yang melemahkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Keikutsertaan masyarakat dalam menghadapi tantangan tersebut sangat penting, mengingat untuk membendung semua faktor penyebab krisis memerlukan  persatuan, tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah semata.

"Bangsa ini memerlukan national character building yang kuat untuk membendung faktor internal dan eksternal yang memicu krisis multidimensi saat ini. Semangat nilai-nilai Pancasila dan empat konsensus kebangsaan sangat diperlukan untuk mengatasi krisis saat ini," pungkas Rerie. (OL-3)
 

Baca Juga

Istimewa

Agung Laksono Sebut UU Cipta Kerja Tak Ada yang Dirugikan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:50 WIB
ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) H.R. Agung Laksono menilai, UU Cipta Kerja merupakan terobosan hukum yang diperlukan...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Rahayu Sasaswati Jadi Korban Kampanye Hitam di Medsos

👤 Indriyani Astuti 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:51 WIB
Unggahan di Facebook yang menampilkan foto Saras saat hamil lima tahun lalu dipandang sebagai kampanye hitam karena terjadi saat Pilkada...
MI/LILIEK DHARMAWAN

KPU Pastikan Suket Bisa Dipakai di Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:35 WIB
Suket berfungsi sebagai pengganti data pemilih yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya