Minggu 27 September 2020, 06:10 WIB

Tampilan Modis untuk Pejuang Medis

Putri Rosmalia | Weekend
Tampilan Modis untuk Pejuang Medis

DOK YOURSCRUBSID
Tampilan Modis untuk Pejuang Medis

SEJAK pandemi melanda, Lisa Indrayanti banyak mendengar keluh kesah dari para kenalannya yang berprofesi sebagai tenaga medis. Meluasnya wabah membuat para tenaga medis, baik yang langsung menangani pasien covid-19 maupun yang tidak, harus selalu mengenakan alat pelindung diri (APD), termasuk baju hazmat, setiap kali praktik.

Namun, penggunaan baju hazmat sangatlah tidak nyaman untuk waktu lama. "Pada awal pandemi banyak kenalan saya tenaga medis yang cerita mereka berpikir kalau menggunakan hazmat sepertinya berlebihan untuk praktik sehari-hari dan sangat tidak nyaman untuk digunakan," ujar Lisa Indrayanti, Pendiri dan Desainer Paditex Garmen Konveksi, kepada Media Indonesia, (22/9).

Dari situlah pada April 2020, Paditex mulai memproduksi beberapa jenis APD dengan desain yang lebih modis, tetapi tetap aman. Seperti yang terlihat di akun Instagram @paditex_garmenkonveksi, beberapa APD mereka bermodel jubah atau luaran, gaun, hingga jumpsuit. "Prinsip kami hanya karena kamu harus berpakaian yang aman, bukan berarti tidak bisa fashionable," ujar Lisa.

Siluet yang dibuat pun beragam, baik longgar maupun pas badan. Pada jumpsuit, APD dibuat dengan model terusan dengan lengan panjang dan dua varian panjang celana, yakni selutut maupun semata kaki. APD model jumpsuit ini dikatakan Lisa menjadi favorit para kliennya. Sementara untuk motif, yang paling banyak dipesan ialah APD seri heritage dengan sentuhan motif batik pada beberapa bagian, seperti lengan dan saku di bagian depan.

Untuk standar keamanan, Lisa menjelaskan hal itu dilakukan dengan menggunakan bahan yang anti air dan tidak tembus partikel. Bahan juga telah diuji coba terlebih dulu agar terjamin dapat tahan pada paparan sinar UV. Detail busana pun mengikuti standar APD yang sudah ada, termasuk soal pemasangan ritsleting yang memiliki lapisan luar tambahan agar tidak tembus air.

"Jadi, sangat aman dan bisa disterilisasi. Kalau mau dibersihkan bisa disemprot desinfektan atau dicuci dengan sabun seperti biasa tidak masalah," ujar Lisa yang menjual produk APD modisnya di kisaran harga Rp300 ribu-Rp.800 ribu.

Saat ini ia mengatakan jika pemesanan terus meningkat dan datang dari seluruh Nusantara. Karena itu, ia mengutamakan pesanan hazmat atau APD bagi tenaga medis garis terdepan terlebih dahulu.

 

Seragam jaga medis

Kebutuhan akan seragam yang nyaman juga dirasakan oleh Indah AD. Profesinya sebagai seorang dokter membuatnya tahu betul pakaian seperti apa yang paling dibutuhkan oleh dokter ketika bertugas.

"Satu sif kerja dokter itu bisa sangat sibuk bisa juga santai. Jadi, saya merasa kami butuh seragam yang nyaman dipakai di berbagai kegiatan ketika kerja, tetapi tetap sesuai standar dokter atau scrub," ujar Indah.

Indah memulai bisnis penjualan seragam dokter melalui akun Instagram @yourscrubsid sejak dua tahun lalu. Hingga saat ini sudah ada sekitar 13 edisi atau model yang dirilis. Umumnya scrub yang dirilis memiliki warna polos dan kesan simpel, modis, dan sporty.

"Untuk model memang ada sentuhan fashion-fashion highend-nya, seperti aku adopsi bentuk lehernya, bentuk line di badannya, aku kawin-kawinkan dalam satu baju," ujarnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika desain standar baju scrub ia rombak total. Untuk baju perempuan, ia buat siluet yang lebih pas badan. Meski begitu sisi fungsional juga tetap menonjol dengan banyak utility pocket. Bahkan, kantong dengan banyak sekat tersebut juga hadir pada celana.

"Jadi, ada beberapa ukurannya utility pocket ini. Jadi konsepnya bukan hanya fashionable dan kenyamanan, tapi juga fungsinya. Ukuran-ukuran kantung yang ada juga telah disesuaikan dengan item-item dokter. Seperti stetoskop, suntikan, termometer, perban, dan sebagainya," tambah Indah.

Hasilnya, baju scrub produksinya sekilas terlihat seperti setelan olahraga yang trendi, terlebih dengan siluet yang pas badan. Tampilannya makin modis dengan bentuk celana yang menyempit dan berkaret di bagian pergelangan kaki, layaknya celana jogger yang sudah tren beberapa tahun ini. Kesan sporty pun diperkuat dengan material yang memang standar baju olahraga.

Indah menjelaskan, selayaknya scrub dokter lain, produknya merupakan seragam dokter atau APD tingkat I. Fungsinya digunakan sebagai seragam keseharian dokter dalam bertugas atau praktik.

"Kalau secara teoritis memang baju ini belum bisa untuk digunakan untuk operasi. Karena belum anti sinar UV, bacterian, dan water resist. Jadi, scrub ini untuk lebih mengutamana nyaman fleksibel dan tetap dapat fashionnya," tutur Indah.

Soal harga, ia menjual scrub garapannya mulai dari Rp249ribu-Rp599 ribu. Jauh di bawah harga scrub dokter premium impor yang dapat mencapai lebih dari Rp1 juta. (M-1)

Baca Juga

AFP

Baru Umur Tiga Bulan, Penjualan Album Taylor Swift Lewati 1Juta

👤Bagus Pradana 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 01:05 WIB
Folklore digadang-gadang akan menerima sejumlah nominasi Grammy...
123RF

Spirit Dua Festival dalam KEMBALI20

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 23:10 WIB
Festival daring ini menggantikan Ubud Writers & Readers Festival serta Ubud Food Festival yang tahun ini...
Dok. Blakcwood

Label Tanah Air Hadirkan Furnitur Paduan Italia - Amerika

👤MI Weekend 🕔Senin 26 Oktober 2020, 15:40 WIB
Koleksi terbaru Blackwood dan Ary bergaya campuran Italia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya