Minggu 27 September 2020, 06:00 WIB

Mutasi Korona D614G Dominasi Penularan

Sumber: Biorxiv/GISAID/Kawalcovid19.id/LBM Eijkman/Medrxiv/Nexstrain/Sciencedaily/Web MD/ | Weekend
Mutasi Korona D614G Dominasi Penularan

Sumber: Biorxiv/GISAID/Kawalcovid19.id/LBM Eijkman/Medrxiv/Nexstrain/Sciencedaily/Web MD/

MUTASI virus SARS-CoV-2, yaitu D614G, baru-baru ini disebut 10 kali lebih menular daripada strain virus yang kali pertama muncul di Wuhan.

Namun, mutasi D614G sebenarnya bukan hal yang baru. Mutasi jenis ini sudah terdeteksi sejak virus tersebut mulai menyebar.

Tercatat, mutasi D614G kali pertama terdeteksi pada 8 Januari 2020. Negara yang pertama kali melaporkan mutasi ini di antaranya Tiongkok dan Jerman.

Mutasi D614G ini kemudian menyebar secara global dan terdeteksi juga di Indonesia pada April 2020. Mutasi ini terdeteksi di 5 kota di Indonesia, di antaranya Jakarta,
Surabaya, dan Bandung.

Berdasarkan data dari Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) pada Selasa (22/9), mutasi D614G merupakan yang paling dominan jika dibandingkan dengan
yang lain. Di dunia, persetanse D614G ini mencapai 81,86% dari 105.283 genom yang tersubmit.

Bahkan, di Argentina, dari 38 genom SARS-CoV-2 yang diteliti, semuanya membawa mutasi D614G meski jumlah genom yang tersubmit masih kurang.

Negara lain dengan persentase tinggi mutasi D614G ialah Rusia (98,57%), Italia (97,58%), Finlandia (96,25%) Brasil (96,03%), dan Swedia (94,09%). Sementara itu,
persentase mutasi D614G di Indonesia juga terbilang tinggi, 65%.


Mutasi Q677H

Selain mutasi D614G, ditemukan pula mutasi Q677H yang di Indonesia kali pertama diidentifikasi di Surabaya, Jawa Timur, kemudian di Bandung, Jawa Barat.

Mutasi tipe ini tak dapat dikatakan sebagai mutasi khas Surabaya karena sudah dideteksi di beberapa negara sebelum Indonesia, semisal Amerika Serikat dan
Australia.

Persentase mutasi Q677H ini dapat dikatakan dominan di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Berdasarkan data dari GISAID pada Kamis (10/9), persentase mutasi
Q677H di Indonesia mencapai 8,57%, sedangkan Amerika Serikat hanya 0,05% dan Australia 0,01%.

Apa itu Mutasi Virus ?
Mutasi virus adalah perubahan pada materi genetik yang dapat memengaruhi struktur atau cara kerja virus. Hal tersebut bisa terjadi saat virus sedang mereplikasi
diri di dalam sel tubuh manusia.

Fakta Seputar Mutasi Virus

Beradaptasi dengan lingkungan.
Mutasi merupakan sifat alamiah virus.
Mutasi merupakan satu-satunya cara untuk virus dapat bertahan.
Tidak semua virus yang bermutasi dapat hidup.
Mutasi tidak selalu membuat virus menjadi lebih mematikan.

Bagaimana Virus Bermutasi?

Menyebar melalui droplet atau udara.
Masuk ke inang melalui mulut, hidung, atau mata, lalu masuk ke saluran pernapasan.
Menginfeksi inang dengan membajak sel.
Masuk ke sel dan membuat salinan RNA.
Salinan RNA membantu mereka menyebar.
Jika ada kesalahan penyalinan, RNA akan berubah.
Perubahan RNA inilah yang disebut mutasi.

 

Baca Juga

Nokia

Dibanderol Rp1, 59 Juta, Nokia C3 Masuki Pasar Entry Level

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:35 WIB
Di saat sama, Nokia juga merilis Nokia Power Earbuds...
FoxNews

Mau Adrenalin Jumpalitan? Jajal Wahana Rasa John Wick ini

👤Weekend 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:07 WIB
Roller coaster 4D tersebut akan hadir di Motiongate Dubai, awal...
MI/ARYA MANGGALA

Isyana Sarasvati dan Nadin Amizah Bersaing di AMI Awards

👤Fathurrozak 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 11:30 WIB
Isyana dan Nadin Amizah bersaing untuk kategori album terbaik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya