Minggu 27 September 2020, 03:59 WIB

Tiongkok Dorong Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19

Hym/Straits Times/Japan Times/I-1 | Humaniora
Tiongkok Dorong Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19

Medcom.id
Ilustrasi

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) masih berdiskusi dengan Tiongkok mengenai keterlibatannya dalam skema pembiayaan Covac yang dibentuk untuk menjamin akses global vaksin covid-19 secara cepat dan merata.

WHO juga memberi dukungan serta memahami langkah Tiongkok untuk mulai membagikan vaksin eksperimental covid-19 ke masyarakat saat uji klinis masih berlangsung.

Tiongkok meluncurkan program darurat pada Juli dan telah berdiskusi dengan WHO pada akhir Juni, menurut pejabat Komisi Kesehatan Nasional, Zheng Zhongwei, Jumat (25/9).

Ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok terbatas lainnya dari orang-orang yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi covid-19 telah menerima vaksin, kendati keampuhan dan keamanan vaksin tersebut sepenuhnya belum ditetapkan lantaran uji klinis tahap III masih dalam pengujian.

“Pada akhir Juni, Dewan Negara Tiongkok merestui rencana program penggunaan darurat (vaksin) covid-19,” kata Zheng kepada awak media.

“Seusai direstui, pada 29 Juni, kami berkonsultasi dengan perwakilan terkait dari kantor WHO di Tiongkok dan memperoleh dukungan dan WHO memahami,” lanjutnya.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan di Jenewa bahwa otoritas regulator nasional bisa saja menyetujui penggunaan produk medis di dalam yuridiksi mereka dalam situasi genting saat ini, tetapi menggambarkan langkah itu sebagai ‘solusi sementara’.

“Solusi jangka panjang ditentukan begitu uji klinis tahap III selesai,” kata pejabat WHO.

Sedikitnya tiga calon vaksin covid-19, termasuk dua yang dikembangkan China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara dan satu dari Sinovac Biotech, dalam uji klinis tahap III di luar negeri masuk dalam program tersebut.

Vaksin eksperimental covid-19 keempat yang dikembangkan Cansino Biologics mendapat lampu hijau untuk penggunaan di kalangan militer Tiongkok pada Juni.

Namun, Diego Silva, dosen bioetika di Universitas Sydney, mengatakan bahwa memberikan vaksin kepada ratusan ribu orang di luar uji klinis tidak memiliki manfaat ilmiah di Tiongkok. Pasalnya, di Tiongkok saat ini hanya ada sedikit kasus yang ditularkan secara lokal dan kedatangan yang masuk dikarantina secara terpusat.

“Jika di AS virus masih berkecamuk, itu sedikit berbeda, tetapi di negara seperti Tiongkok tampaknya tidak masuk akal bagi saya,” katanya.

“Karena tidak ada cukup virus di Tiongkok secara lokal untuk menyimpulkan apa pun, Anda memperkenalkan sejumlah faktor lain dengan menyuntikkan orang di luar uji coba,” ujarnya. (Hym/Straits Times/Japan Times/I-1)

Baca Juga

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRC

Tetap Sehat di Tengah Berkah Wisata

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 01 November 2020, 05:00 WIB
Pengawasan terhadap pengunjung objek wisata tidak boleh kendur. Wisatawan tetap harus menerapkan...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jurnalis Ujung Tombak Informasi Vaksinasi

👤Ant/E-2 🕔Minggu 01 November 2020, 04:50 WIB
KOMITE Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berpendapat jurnalis dan media sangat berperan dalam menyebarkan...
Michael Sohn / POOL / AFP

UE Dorong Pembatasan yang Lebih Luas

👤Nur/CNA/AFP/I-1 🕔Minggu 01 November 2020, 04:45 WIB
Eropa dan Amerika Serikat telah muncul sebagai zona bahaya covid-19 saat ini dalam krisis global, yakni lebih dari 44,94 juta orang telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya