Minggu 27 September 2020, 03:50 WIB

Kota Sukabumi Catatkan Kasus Kematian Pertama Covid-19

Benny Bastiandy | Nusantara
Kota Sukabumi Catatkan Kasus Kematian Pertama Covid-19

DOK MI
Ilustrasi

 

SATU orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia. Ini menjadi kasus kematian pertama pasien Covid-19 di Kota Sukabumi.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, mengatakan pasien terkonfirmasi positif covid-19 meninggal dunia pada Jumat (24/9). Kondisi itu juga karena pasien yang sudah lanjut usia itu memiliki penyakit penyerta lain yaitu jantung.

"Ini merupakan kasus yang pertama. Ini juga karena komorbid (penyakit penyerta)," kata Wahyu kepada Media Indonesia, Sabtu (25/9).

Pasien diketahui berjenis kelamin perempuan. Pasien tercatat sebagai warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, yang menjalani isolasi sejak Senin (21/9).

Bersamaan meninggal dunianya pasien tersebut, jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kota Sukabumi juga bertambah 2 orang. Dengan demikian, total pasien terkonfirmasi covid-19 di Kota Sukabumi menjadi 195 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 orang dinyatakan sudah sembuh. Sedangkan 24 orang pasien lainnya masih menjalani isolasi dan 1 orang meninggal dunia.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan cara 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," jelasnya

Di sisi lain, Wali Kota Sukabumi menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 36/2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran
Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Sukabumi. Penerbitan Perwal per Tanggal 15 September 2020 itu menyusul terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sukabumi.

"Perwal ini sebagai dasar, pedoman, dan rujukan dalam penerapan pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran protokol kesehatan dan pengendalian covid-19," kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Pengenaan sanksi administratif ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyebaran dan penularan covid-19. Selain itu untuk meningkatkan kepatuhan individu dan penanggung jawab, pemilik dan atau pengelola usaha, dan/atau kegiatan terhadap ketentuan mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19.

"Ini juga untuk memberi beban hukuman dan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19," tegas Fahmi. (R-1)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Harga Bahan Pangan di Klaten Fluktuatif

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:12 WIB
Pedagang pasar mengeluh pembeli sepi di masa pandemi...
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Manado&Tomohon, Kota di Sulut dengan Kasus Baru Korona Terbanyak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:52 WIB
Penambahan penularan baru covid-19 di Kota Manado dan Tomohon masing-masing sebanyak 15 dan 10...
ANTARA FOTO/FB Anggoro

BKSDA Aceh Bebaskan Beruang Madu yang Terjerat Kawat

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:43 WIB
Ada dugaan jerat itu sengaja dipasang karena tanaman kakao, pisang dan palawija di lokasi tersebut sering digasak hewan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya