Sabtu 26 September 2020, 23:30 WIB

Paslon di Cianjur Deklarasikan Pilkada Sehat dan Berintegritas

Benny Bastiandy | Nusantara
Paslon di Cianjur Deklarasikan Pilkada Sehat dan Berintegritas

DOK MI
Ilustrasi

 

HARI pertama kampanye Pilkada 2020 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diisi dengan kegiatan Deklarasi Pilkada Sehat dan Berintegritas, Sabtu
(26/9). Tujuannya, membangun komitmen dan kesamaan pandang karena Pilkada tahun ini berlangsung di tengah pandemi covid-19.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari, mengatakan pilkada sehat dan berintegritas itu memiliki makna sehat karena saat ini sedang terjadi pandemi covid-19 sehingga harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Makna sehat lainnya yakni setiap kontestan bisa berkompetisi secara sehat.

"Berintegritas itu bermakna semua pasangan calon memahami dan mentaati tata aturan yang ada," kata Usep.

Kegiatan Deklarasi Pilkada Sehat dan Berintegritas diikuti empat pasangan calon masing-masing nomor urut 1 Muhammad Toha-Ade Sobari (HaDe), pasangan calon nomor urut 2 Oting Zaenal Muttaqin-Wawan Setiawan (OTW), pasangan nomor urut 3 Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin (BHS-M), serta pasangan calon nomor urut 4 Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja (Pilar). Selain itu hadir juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus partai politik, tim penghubung (liaison officer), serta tamu undangan yang jumlahnya dibatasi.

"Harapannya, semua pasangan calon bisa mentaati aturan yang sekarang memasuki tahapan kampanye, mulai hari ini hingga 5 Desember 2020. Termasuk saat masa tenang dan waktu pemungutan dan penghitungan suara bisa berjalan dengan baik," terang Usep.

Beberapa poin krusial yang menjadi pokok digelarnya deklarasi, kata Usep, di antaranya kesepahaman tidak adanya politik uang (money politics), tidak mempolitisasi isu-isu SARA, maupun ujaran kebencian. Paling penting diperhatikan juga penerapan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah potensi terjadinya klaster baru covid-19.

"Kalau melanggar, tentunya Bawaslu ini mempunyai fungsi melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan dalam hal dugaan-dugaan pelanggaran. Kami di Bawaslu tentunya akan memproses dugaan-dugaan pelanggaran sesuai aturan," tuturnya.

Namun sebelum kemungkinan terjadinya berbagai bentuk dugaan-dugaan pelanggaran itu, ucap Usep, Bawaslu terlebih dulu telah berupaya mencegah terjadinya potensi tersebut. Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, tetapi butuh juga pengawasan partisipatif dari para pemangku kebijakanan maupun elemen berkompeten lainnya.

"Sehingga Pilkada Kabupaten Cianjur betul-betul sehat dan berintegritas," pungkasnya. (R-1)

 

Baca Juga

dok.mi

Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Tambah 33 Orang, Kasus Baru Nihil

👤Palce Amalo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:30 WIB
PASIEN sembuh dari covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang, Kamis (29/10). Sebaliknya, tidak ada tambahan kasus...
Antara

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

👤John Lewar 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:20 WIB
TURUNNYA hasil panen produksi petani bawang merah, putih dan bawang Bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, menyebabkan...
MI/Ruta Suryana

Angka Kesembuhan Covid-19 di Denpasar Lampaui Kasus Baru

👤Ruta Suryana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:07 WIB
Untuk itu masyarakat tetap diminta disiplin menerapkan protokol dengan menerapkan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya