Sabtu 26 September 2020, 22:05 WIB

Gunung Salak Rawan Longsor, Kenali Risiko dan Mengungsi jika Perlu

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gunung Salak Rawan Longsor, Kenali Risiko dan Mengungsi jika Perlu

Antara
Kepala BNPB Doni Monardo

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi mengenai tanah longsor yang terjadi di Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan lapangan, longsoran itu turut dipicu hujan sangat lebat diikuti angin kencang, pada Senin lalu (21/9).

Dari kejadian ini, Kepala BNPB Doni Monardo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan Gunung Salak agar berhati-hati.

“Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yang berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” pesan Doni melalui pesan digital pada Sabtu (26/9).

Berdasarkan laporan Resort PTNW Gunung Salak 1 pada Kamis (24/9), curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan longsoran di bibir sungai. Wilayah pemantauan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Identifikasi lapangan hingga jalur Sungai Cikedung dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon).

Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir. Beberapa catatan terkait dengan kerusakan yang teridentifikasi, yakni tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji dan longsor di tiga wilayah yang menimpa rumah warga, musola dan jembatan penghubung Palalangan dan Loji.

Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3 menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras pada Senin lalu.

Saat itu Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. Bencana longsor akibat fenomena alam, kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai.

Pada saat kejadian tinggi air sungai dihulu atau puncak Salak 3 cukup tinggi dan air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat. Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem.

Dalam laporan yang diterima, kata Doni Monardo, BNPB, Danramil Cijeruk dan babinsa wilayah setempat telah melakukan pengecekan ke lokasi. BNPB meminta masyarakat waspada dan siap siaga mengingat potensi hujan lebat masih masih akan terjadi, menjelang masuk musim hujan di Oktober mendatang.

Apalagi, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah memberikan peringatan dini cuaca untuk 26-27 September 2020. Wilayah Jawa Barat jadi salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat yang diikuti dengan petir/kilat dan angin kencang, sedangkan pada 28 September 2020, potensi hujan masih dapat terjadi dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/PUSPA PERWITASARI

Sinergi Perkuat Kapasitas Perempuan Pelaku Koperasi

👤Suryani Wandari Putri 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:50 WIB
Jika perempuan bersinergi untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian niscaya pasti bisa bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan...
Ilustrasi

Percepat Penurunan Stunting, Perlu Kolaborasi Multisektoral

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:36 WIB
Untuk mewujudkan target penurunan angka stunting sebesar 14% seperti yang tertuang pada RPJMN 2020-2024, dibutuhkan kolaborasi multi...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

Empat Jurus Pelindung Mata saat Pandemi

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:09 WIB
Setiap 20 menit alihkan pandangan dari layar komputer dengan memandang benda berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya