Sabtu 26 September 2020, 21:40 WIB

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh Kanker Prostat

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh Kanker Prostat

Instagram
Kanker prostat merupakan penyakit yang berkembang dengan lambat, yang berdiam di dalam tubuh pasien selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.

 

PROSTAT adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani, yang berfungsi sebagai nutrisi dan transportasi sperma. Kanker prostat umumnya menyerang laki-laki lanjut usia dan sebagian besar pasien datang berobat dalam stadium empat atau lanjut.

Urolog Rumah Sakit Bunda Group, dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU menyebutkan, kondisi itu membuat angka harapan hidup pasien menjadi rendah. "Hanya 29,8% yang bisa bertahan hidup dalam 5 tahun kedepan," katanya dalam webinar seminar bertajuk Deteksi Dini Kanker Prostat Tata Laksana dan Terapi Teknologi Mutakhir, Sabtu (26/9).

Hal ini berbanding terbalik jika dilakukan pemeriksaan atau tindakan pada kanker pembengkakan di awal, maka angka harapan hidupnya bisa mencapai 100% dalam 5 tahun kedepan. "Karena itu, lakukan deteksi sejak awal sehingga pasien pun dapat memiliki peluang keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi," seru dokter Agus Rizal.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru W Sudoyo menyampaikan, saat ini kanker prostat menempati empat besar kasus yang sering ditemukan di dunia. "Kanker prostat ini ada di urutan ke 4 setelah kanker paru-paru, dan payudara kolorektal," katanya.

Jika dibanding dengan negara Asia, imbuhnya, kasus prostat di Indonesia terbilang kecil yakni, antara 5% sampai 10%. Namun dalam prosentase, angkanya menjadi besar mengingat jumlah penduduk Indonesia juga lebih besar dari negara lainnya. "Apalagi, penduduk Indonesia usia lanjut ini terus bertambah setiap tahunnya," ujarnya.

Baik dokter Agus Rizal maupun Prof Aru pun mengimbau agar masyarakat mengutamakan pencegahan dengan melakukan deteksi dini. Periksalah ke dokter jika mencurigai beberapa gejala, seperti terdapat penyumbatan pada saluran kencing, karena kelenjarnya membesar. Hal lainnya ialah jika sering ke kamar mandi, pancaran kencing melemah, terdapat darah pada saat ejakulasi, kesulitan kencing dan sering terbangun untuk kencing pada malam hari. (H-2)

Baca Juga

Dok kominfo

Palu, Mutiara di Pinggir Khatulistiwa

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 07:57 WIB
Pembangunan jaringan koneksi yang dilakukan Bakti Kominfo amat berarti dalam pemulihan wilayah pascabencana dua tahun lalu di...
ANTARA

6 Tontonan Animasi Anak & Keluarga untuk Temani Libur Panjang

👤Astri Novaria 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 06:00 WIB
Melalui tayangan ini anak dapat merasakan berbagai emosi mulai dari senang, sedih hingga haru dan memastikan anak dapat melihat diri mereka...
DOK ENESIS

OTG dapat Vitamin C 1000mg Gratis dari Amunizer

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 06:00 WIB
Gerakan 'Amunizer Bantu Indonesia Bangkit' ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya