Sabtu 26 September 2020, 20:20 WIB

Petani Modern Berniaga di Lapak KostraTani Online

mediaindonesia.com | Nusantara
Petani Modern Berniaga di Lapak KostraTani Online

Istimewa
Senior Manager Bukalapak, Vidya Simarmata hadir sebagai keynote speaker Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Vol. 21

 

MENJAWAB tantangan revolusi industri era 4.0, petani Indonesia yang maju, mandiri dan modern siap berniaga di Lapak KostraTani Online. Kementerian Pertanian RI memperluas pasar produk pertanian melalui Bukalapak, sinergi dengan Lapak Kostratani Online.

Penyuluh mendukung langkah Kementerian Pertanian RI  menggandeng penyedia belanja online seperti Bukalapak. Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) terhubung Agriculture War Room (AWR) siap mendampingi dan mengawal Lapak KostraTani Online. Kanal bagi petani berniaga online sebagai mitra bisnis Bukalapak.

Hal itu mengemuka pada video conference (Vcon) Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Vol. 21 dipimpin Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi didampingi Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan, Joko Samiyono. Vidya Simarmata, Senior Manager Public Policy and Government Relational Bukalapak hadir sebagai keynote speech.

Vidya Simarmata mengurai peluang produk pertanian di marketplace sangatlah besar. Pangan adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap saat. Produk kesehatan menjadi trend baru, diminati lantaran pandemi Covid-19.

"Banyak produk top hijrah ke marketplace. Keunggulan produk terukur. Belanja online makin berkibat di tengah pandemi. Permintaan terhadap produk pertanian juga terus meningkat," kata Vidya via Vcon, Sabtu (26/9).

Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan menyiapkan formulasi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Ada tiga syarat jualan online yakni Produk, Kemasan dan Izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Pertama, calon member siap, artinya, memenuhi ketiga syarat. Kedua, calon member 'status dalam proses´ maksudnya punya produk yang dikemas baik tanpa izin BPOM. Ketiga, calon member yang hanya punya produk, belum dikemas dan tanpa izin BPOM," katanya.

Hal itu sesuai harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, kerjasama Kementan dan Bukalapak tak ubahnya 'jalan bebas hambatan' alias jalan tol bagi petani menghapus jarak dan persingkat waktu untuk bertemu dengan konsumen.

"Kerjasama dengan Bukalapak diharap mampu memutus rantai pasok yang rugikan petani dan para pelaku usaha di sektor pertanian," katanya usai penandatanganan kerjasama Kementan dan Bukalapak di Jakarta, Kamis (24/9) di peringatan Hari Tani Nasional 2020.

Diskusi MSPP Vol. 21 bergulir ke Kostrawil Gorontalo. Kulsum Yusuf bertanya tentang tahapan join di Bukalapak. Internet diakui sangat mendukung penyuluh mengawal petani. "Bikin akun apa saja syaratnya?"

Sukanto dari BPP Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis, Riau bertanya tentang sampel barang di marketplace. "Petani yang sudah punya home industry pisang madu, sudah jualan online tapi belum laris. Apa kendalanya?

Sementara Nutania di Polbangtan Manokwari mengeluh tingginya ongkos kirim. Agustinus Gunawan menanyakan deskripsi buah musiman. "Stoknya ditulis nol?"

Riadi Tarigan dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Bengkulu berkomitmen bahwa penyuluh setempat akan mengawal petani jualan online. "Bagaimana standar produksi olahan layak jual online?"

Dedi Nursyamsi mengingatkan penyuluh BPP KostraTani bahwa aturan teknis sesuai syarat dan ketentuan dapat ditindaklanjuti. Bagi yang belum siap terkait kemasan, perijinan dan lainnya akan tetap di bawah koordinasi dan sinkronisasi dengan Kementan.

“Bagi petani yang siap, bisa langsung action di Lapak Kostratani Online. Jumlahnya banyak. Selama ini mereka aktif jualan online," katanya pada MSPP yang dipandu Kasubbid IM Pusluhtan, Septalina Pradini selaku host.

Dedi mengingatkan bahwa kompetensi, kunci sukses. Petani bersama penyuluh diharapkan implementasikan kualitas. Pasar online menuntut harga terjangkau, produk berkualitas, beragam dan banyak.

"Penyempurnaan aspek administrasi dan kerjasama dengan BPOM sedang dirintis Kementan," kata Kabadan.

Vidya Simarmata menyarankan BPP KostraTani mengikuti Webinar Pelatihan menjadi pelapak. Ada dua modul. Pertama: overview marketplace; tutorial dan praktik bikin dan verifikasi akun; serta tutorial dan praktik foto produk.

"Modul kedua ulas upload produk, tutorial penamaan dan deskripsi produk, tutorial proses pesanan, pengenalan manajemen kurir dan keamanan dasar," kata Vidya. (OL-13)

Baca Juga: Bocorkan Rahasia Negara Tibet Pecat Pejabat Senior

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Pegawai Positif Korona, Dindukcapil Temanggung Tunda Layanan

👤Toshi Wicaksono 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:25 WIB
Layanan tatap muka di Dindukcapil hanya dibatasi 30 antrean per hari untuk menghindari...
MI/ARDI TERISTI

Sri Sultan Minta Warga Waspadai Dampak Angin Kencang

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:05 WIB
Kerawanan bencana akibat angin kencang berpotensi terjadi di...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Ribuan Masker Sehat Produksi UMKM Disumbangkan untuk Warga Pantai

👤Sol Mi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:36 WIB
Setiap masker yang diserahkan pelaku UMKM dikompensasi sebesar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya