Minggu 27 September 2020, 00:55 WIB

Sejarah Ajarkan Kita Berpikir Kritis

Abdillah Marzuqi | Weekend
Sejarah Ajarkan Kita Berpikir Kritis

Dok. Pribadi
Prof Dr Jajat Burhanuddin MA

APA salah mata pelajaran (mapel) sejarah hingga beredar kabar mapel itu bakal dihapus dari kurikulum nasional?

Beberapa saat lalu, tersiar narasi di media sosial mengenai rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyederhanakan kurikulum nasional. Muncul draf bertanda Kemendikbud tertanggal 25 Agustus 2020 dengan judul Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional.

Salah satu bagian draf itu menjelaskan ketidakwajiban pelajar tingkat SMA/sederajat untuk mengambil mata pelajaran sejarah. Mapel sejarah untuk siswa kelas 10 SMA/sederajat dilebur ke kelompok ilmu pengetahuan sosial (IPS) dalam program peminatan. 

Artinya, sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib untuk mereka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pun meradang. Terburu Mas Menteri mengklarifikasi kabar itu. 

Menurutnya, isu itu muncul karena ada presentasi internal yang menyebar ke masyarakat terkait dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum. Padahal, Kemendikbud punya banyak permutasi dengan versi berbeda yang sekarang tengah melalui FGD dan uji publik. Artinya, permutasi itu belum tentu pula disetujui.

Konon, mapel sejarah acap dilabeli sebagai mapel yang banyak keluhan, dari membosankan, tidak asyik, hingga tidak membumi. Apakah benar demikian?

Karena itu, penting untuk menyimak wawancara Ketua 1 Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Prof Dr Jajat Burhanuddin MA yang mengungkap wacana penting sebagai bahan introspeksi bagi guru mapel sejarah. Guru besar Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga memaparkan pentingnya mapel sejarah bagi perkembangan generasi muda bangsa.
Berikut petikannya.

Bagaimana tanggapan atas wacana penyederhanaan kurikulum yang berimbas pada kemungkinan hilangnya mapel sejarah?
Bagi saya, munculnya wacana itu penting. Biar itu jadi semacam warning (peringatan) bahwa kita perlu perbaiki mapel sejarah. Soalnya, percuma mempertahankan, tapi tidak memperbaiki.

Karena keluhan mapel sejarah itu sudah lama, tidak membumi, tidak menarik, bahkan membuat seakanakan tidak berguna. Makanya, kadang saya senang ada gagasan begini, menghilangkan, biar jadi bahan pelajaran juga bagi orang-orang ahli sejarah dan para guru sejarah agar introspeksi. Jadi, bagi saya, bukan soal mempertahankan, harus ada atau tidak, melainkan pada harus ada diperbaiki (perbaikan).

Kedudukan mapel sejarah di antara ilmu sosial lain? Bagaimana posisinya?
Kalau menilai kedudukan dan posisi, sebenarnya bukan soal ini penting, tidak penting, atau kurang penting. Semua mapel sama-sama penting karena itu menyangkut kajian masyarakat.  Sejarah melihat bagaimana semua berlangsung dari masa dulu hingga sekarang. Jadi, masing-masing, sesungguhnya, ada porsi, signifikansi, dan bagian. Masing-masing punya kontribusi besar pada kehidupan masyarakat.Persoalannya bukan di situ (jenis mapel), melainkan di sumber daya manusia (SDM).

Apa signifikansi mata pelajaran sejarah sebagai ilmu pengetahuan?
Sejarah sebenarnya tidak hanya mengajarkan soal masa lalu. Bukan hanya soal bagaimana Indonesia melewati zaman kolonial, bagaimana pahlawan berperang. Dalam sejarah, banyak poin penting yang bisa diambil untuk membuat masyarakat Indonesia atau anak didik punya pemikiran kritis.

Dalam sejarah, orang dibiarkan terbiasa dengan berbagai pandangan yang bermacam-macam menyangkut isu yang paling krusial. Misalnya peristiwa penting dalam sejarah Indonesia ada peristiwa penting, banyak penafsiran, banyak macam-macam. Nah, sejarah memuat itu. Jadi, dalam sejarah tidak ada istilah kebenaran absolut, tetapi terbuka terhadap berbagai penafsiran, pandangan, dan pendapat. Sejauh berpegang pada data.

Dalam konteks Indonesia, apa peran mapel sejarah pada perkembangan mental dan karakter peserta didik?
Sejarah membuat kita berusaha memilah mana autentik, mana yang tidak, mana yang kredibel, mana yang tidak, mana yang hoax, mana yang tidak, mana yang kira-kira palsu, mana yang tidak. 

Sesungguhnya mereka belajar berpikir kritis. Itu bagian dari pembelajaran sejarah. Karena itu, sangat strategis untuk mendidik siswa agar berpikir kritis. Bukan soal masa lalu, melainkan memang ada beberapa elemen dalam sejarah yang membuat orang berpikir kritis.

Ada ungkapan sejarah hanya milik pemenang ataupun penguasa. Mapel sejarah apakah pembuka wawasan atau semata doktrin?
Pembuka wawasan. Sekuat apa pun doktrin kekuasaan, zamannya sekarang terbuka. Jadi, sejarah bisa menghadapi tantangan itu, membuka wawasan dan mendapat beragam perspektif. Idealnya seperti itu.

Di sekolah-sekolah sekarang sudah mulai, terutama guru muda, membuat beragam perspektif tentang sejarah. Jadi, membuat orang belajar enggak hanya satu, tak hanya sejarah pemenang, tapi juga sejarah lain yang punya pandangan berbeda.

Bagaimana dengan kurikulum mapel sejarah saat ini? Apakah sudah ideal ataukah sebaliknya?
Saya belum pernah mengkaji secara spesifik kurikulum ini, tapi saya bertemu teman-teman yang bergerak di bidang itu. Mungkin beberapa hal perlu diadaptasi karena melihat perkembangan baru dengan teknologi canggih, generasi milenial, dan lain sebagainya, tapi banyak juga poin yang seharusnya dipertahankan.

Kita terbiasa diminta hal baru. Akhirnya jadi yang lama diganti, enggak menghargai yang sebelumnya. Maksud saya, yang kemarin (kurikulum) dibuat dengan baik, hati-hati, dan penuh kajian. Mungkin ada beberapa bagian yang perlu direvisi, diadaptasi, itu normal.

Jadi, banyak konsep sejarah yang sudah bagus di kurikulum, tapi tidak sampai dengan baik di lapangan, terutama guru-guru yang mengampu pelajaran sejarah. Karena kurang pelatihan, buku, perpustakaan.

Karena hanya dengan itu sesungguhnya. Mengganti kurikulum segala macam, kalau kualitas guru-guru tidak ditingkatkan, percuma. Tidak akan banyak berpengaruh karena yang bersentuhan langsung dengan anak didik ialah mereka.

Bagaimana dengan wacana penyederhanaan kurikulum? Apakah akan mampu membuat anak didik lebih baik dalam memahami
sejarah?

Saya kira, kita terbiasa mengatasi permasalahan kompleks dengan sisi yang paling ringkas. Kurikulum memang perlu direvisi, tapi yang penting bagaimana kurikulum yang dirumuskan bagus bisa diimplementasikan di lapangan.

Bagaimana guru-guru punya wawasan yang luas, punya bacaan yang kuat, punya perspektif memadai. Itu persoalannya. Kemendikbud harusnya benahi itu, tingkatkan kualitas guru. Mungkin empat tahun Pak Nadiem berkuasa (menjabat), menurut saya,jangan pernah lelah berinvestasi untuk sumber daya manusia, penguatan kemampuan guru.

Selama ini kita gampangnya saja, ganti kurikulum. Oke diganti, tapi kalau gurunya tidak diperbaiki, sama saja. Itu kerja besar, tapi juga punya implikasi yang sangat dahsyat dan luas.

Bagaimana metode pengajaran sejarah yang asyik, terutama di bangku sekolah menengah?
Mungkin banyak cara. Sekarang kan generasi milenial. Menurut saya, pertama, buat sejarah itu akrab dengan mereka. Itu gampang kok.

Misalnya, suruh menulis sejarah keluarga masing-masing. Siapa orangtuanya? Kakeknya? Dari mana asalnya? Itu menarik. Ada semacam proses migrasi masyarakat, bahasa, dan sebagainya. 

Anak SMA sekarang sudah bisa mengeksplorasi. Banyak hal bisa dilakukan, cuma memang butuh kreativitas. Bisa juga dengan soal pandemi, anak membuat semacam catatan yang nanti bisa menjadi tulisan sejarah atau rekaman sejarah. 

Jangan melulu mempelajari masa lalu. Ada bagian tertentu yang sesungguhnya mendekatkan sejarah dengan masyarakat. Nah, anak-anak suka yang seperti itu. Sesekali datang ke situs sejarah tertentu, bawa kamera, cerita, kayak semacam wartawan. Lagi-lagi kembali pada SDM kita dalam bidang sejarah yang terabaikan dan belum ter-upgrade dengan baik.

Apakah mapel sejarah memang bisa ditiadakan atau digabung dengan mapel lainnya?
Sesungguhnya ilmu sosial tidak pernah benar-benar terpisah. Sejarah bisa bertemu dengan geografi, sosiologi, antropologi, dan sebagainya karena irisannya memang banyak. 

Bisa saja orang sejarah berbicara geografi ketika menyangkut kondisi satu wilayah. Poinnya, menurut saya, yang penting itu (ilmu sosial) diperkuat. Saya tidak bisa mengatakan mana digabung ataupun ditiadakan. Guru juga macam-macam. Ada orang geografi mengajar sejarah dan sebaliknya.

Kalau dalam teori, sejarah tidak bisa lepas dari ilmu sosial. Bersinggungan dan saling memperkaya satu sama lain. Kita tak mungkin tahu sebuah mazhab dalam sejarah tanpa tahu latar belakang baik sosiologis maupun antropologis.

Apa akibat terburuk jika tidak ada mata pelajaran sejarah hingga buta sejarah?
Ya, (kondisi) sekarang. Kan membentuk kecintaan pada negara, dedikasi untuk bangsa, itu harus dengan pengetahuan atas negara itu. Betapa sejarah mengajarkan poin penting ataupun nilai penting.

Ada sejarah saja sudah seperti ini, apalagi kalau tidak ada sejarah. Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak ada sejarah. Betapa sangat sentral sesungguhnya untuk membuat orang bisa menjadi warga negara yang baik.

Itu butuh pemahaman sejarah yang baik pula. Ke mana negara ini mau dibawa? Kan kita tidak hanya menyukai pemimpin tertentu, tapi kita melampaui itu.

Kita mencintai negeri ini. Bukan hal yang mudah untuk membentuknya, menurut saya, kita butuh satu pemahaman sejarah yang sangat baik. Saya kira permasalahan sekarang yang terkait dengan kepercayaan pada pemimpin, konflik, korupsi, dan kasus lain ini menandakan perlu penguatan serius pada bidang ilmu sejarah.

Lagi-lagi saya sampaikan, tolong,Kemendikbud, Kemenag, untuk tidak ragu dalam penguatan SDM, paling tidak, di bidang ini. (M-2)
 

Baca Juga

123RF

Inilah Tujuh Jenis Sakit Hati yang Sukar Sembuh

👤Weekend 🕔Senin 19 Oktober 2020, 23:55 WIB
Namun, ada tiga strategi untuk...
Dok. Instagram @ratuilmuhitam.official

Ratu Ilmu Hitam Menang di Sitges 2020 Spanyol

👤Fathurrozak 🕔Senin 19 Oktober 2020, 15:05 WIB
Film karya Kimo Stamboel ini meraih penghargaan di festival di...
AFP

Di Inggris, Influencer tidak Bisa Sembarangan Terima Iklan

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 19 Oktober 2020, 09:00 WIB
Influencer yang tak mencantumkan sumber dana atau pengiklan dalam unggahannya akan kena sanksi dan dianggap melakukan bisnis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya