Sabtu 26 September 2020, 15:05 WIB

Anies: PSBB Ketat Turunkan Kasus Aktif Covid-19 di DKI Jadi 12%

Hilda Julaika | Megapolitan
Anies: PSBB Ketat Turunkan Kasus Aktif Covid-19 di DKI Jadi 12%

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Restoran di Senayan City hanya melayani pesanan 'take away' karena pemberlakuan PSBB ketat jilid 2.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan adanya pelambatan dari kenaikan kasus aktif di Ibu Kota. Tercatat kasus aktif menurun dari 49% menjadi 12%. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penurunan ini terjadi usai diberlakukannya PSBB Jilid II di Jakarta sejak 14 September lalu.

Tercatat dalam rentang 30 Agustus hingga 11 September penambahan kasus aktif covid-19 di Jakarta mencapai 49%. Namun, pada saat PSBB diterapkan data menunjukan terhitung sejak 12 September hingga 23 September ada penurunan kasus aktif hingga 12%.

"Peningkatan kasus aktif di Jakarta melambat dari 49 % menjadi 12 % sejak Gubernur Anies Baswesan mengambil keputusan menarik rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB ketat sejak 14 September lalu," tulis Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta, Sabtu (26/9).

Meski begitu, Anies Baswedan melalui keterangannya dalam unggahan Pemprov DKI tersebut menegaskan tujuan utama PSBB adalah untuk memutus rantai penularan. Sehingga tak bisa berhenti pada pelandaian kasus covid-19 selama dua pekan pemberlakuan PSBB Jilid II ini.

"Namun demikian, pelandaian kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan," jelas Anies.

Sebelumnya Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta Anies Baswedan untuk membuka data kasus covid-19 secara transparan. Pasalnya, ia menilai data kasus covid-19 yang selama ini dibuka belum benar-benar transparan alias masih ada manipulasi data.

“Selama ini kan katanya dinyatakan kasusnya landai. Seperti apa angka-angkanya? Yang ada banyak yang dimanipulasi angkanya. Masyarakat tidak percaya masalahnya,” kritik Trubus kepada Media Indonesia, Jumat (25/9).

Karenanya, ia meminta Pemprov DKI Jakarta membuka data dengan seterbuka mungkin sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Termasuk jika ada pejabat yang terkena covid-19 pun tidak perlu ditutupi. Ini berlaku untuk Pemerintah Pusat juga, menurutnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pasien RSDC Wisma Atlet Terus Berkurang

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:25 WIB
JUMLAH pasien rawat inap covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Demo Buat Pengawasan Klaster Perkantoran Kendur

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:20 WIB
KASUS positif virus korona baru (covid-19) di Jakarta masih terus bertambah. Mereka terpapar dari berbagai tempat, terutama dari...
Dok. MI

Lerai Bentrok Ormas, Kapolsek Terluka

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 03:35 WIB
DUA organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat bentrok di Jalan Ciledug Raya, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (29/10), pukul 00.15...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya