Sabtu 26 September 2020, 09:25 WIB

600 Ton Kopi Banyuwangi Segera Dikirim ke Pasar Eropa

Usman Afandi | Nusantara
600 Ton Kopi Banyuwangi Segera Dikirim ke Pasar Eropa

ANTARA FOTO/Budi Candra S
Ilustrasi: Pekerja melakukan aktivitas pembibitan kopi robusta di area pembibitan kopi di PTPN XII Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur

 

PRODUK perkebunan kopi asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat kinerja positif di tengah pandemi covid-19. Produk kopi sari yang dikenal dengan Kopi lanang yang berada di wilayah Kebun Malangsari, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, mendapatkan pesananan sebanyak 600 ton untuk pasar Eropa.

Manajer Kebun Malangsari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Sanuri mengungkapkan pihaknya mendapat pesanan perdana kopi robusta dari negara Swiss dan Italia sebanyak 600 ton.

"Pesanan ini di luar ekspor yang sudah kita lakukan. Di tahun 2020 ini kita sudah mengekspor dua kali panen yang totalnya sekitar 72 ton," ungkap Sanuri dalam keterangan rilis yang di terima Media Indonesia, Jumat (25/9).

Pihaknya menjelaskan, sebagian besar kopi yang diekpor tersebut berasal dari Kebun Malangsari. Namun, beberapa kebun lain milik PTPN XII juga ikut berkontribusi, seperti Kebun Gumitir, Kebun Selogiri, serta kebun milik rakyat yang didampingi oleh PTPN XII.

"Kopi dari perkebunan rakyat di Malangsari ini kualitasnya juga sudah terstandar. Kopi rakyatnya juga sudah dikenal di pasar Eropa, dengan branding Kopi Gunungsari. Selama ini kami melakukan pembinaan teknis mulai dari memilih bibit yang baik hingga proses penanaman dan panen," tuturnya.

Menurutnya, kopi robusta yang dihasilkan dari kawasan Banyuwangi bagian barat ini memiliki cita rasa yang sangat digemari penikmat kopi di Eropa, khususnya Swiss dan Italia.

"Kopi olahan kita ada rasa khas seperti coklat yang disukai lidah orang Italia," tukasnya.

Baca juga: Varian Kopi Baru dari Sulawesi dan Sumatra

Oleh sebab itu, meski pandemi masih melanda dihampir semua negara yang mengakibatkan ekonomi dunia terpuruk, Banyuwangi masih konsisten mengekspor kopi unggulanya.

Sanuri menyampaikan perkebunan kopi Malangsari seluas 1.500 hektare itu menghasilkan 1.500 ton kopi kering di tahun ini. Dia menargetkan, dari total kopi yang dihasilkan PTPN XII, sebanyak 1.200 ton dapat diekspor ke berbagai negara.

"Kami memprediksi, pada bulan Oktober besok akan ada kontrak baru lagi dari Eropa. Kami yakin, akan menambah ekspor kita," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ekspor kopi tersebut. Ke depan, pihaknya akan terus berkolaborasi agar nantinya sektor perkebunan khususnya kopi bisa terus tumbuh.

"Ekspor kopi di tengah kondisi pandemi covid-19 ini cukup menggembirakan. Dengan kolaborasi bersama, saya yakin ini bisa terus tumbuh, termasuk terus melakukan pendampingan ke petani kopi rakyat," pungkasnya.(OL-5).

Baca Juga

MI/Heri Susetyo

Maulid Nabi Pemicu Semangat Mengabdi Negara dan Layani Masyarakat

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:52 WIB
KH Ali Mas’ud mengingatkan kepada yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Sebab banyak nikmat yang telah...
MI/Akhmad Safuan

Pendaki Dilarang Terlalu Dekat dengan Kawah Gunung Slamet

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:50 WIB
Demikian juga pendakian Gunung Ungaran yang sebelumnya ditutup karena kebakaran, pada liburan panjang ini kembali...
MI/Akhmad Safuan

Puncak Gunung di Jawa Tengah Primadona Liburan

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:35 WIB
Sejak Kamis (29/10) pagi, tampak ratusan pendaki yang berasal dari berbagai daerah, baik di Jawa Tengah maupun provinsi lain, mulai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya