Sabtu 26 September 2020, 09:21 WIB

Edukasi Webinar Drama Anak:Aku dan Hewan Kesayanganku Bebas Rabies

mediaindonesia.com | Ekonomi
Edukasi Webinar Drama Anak:Aku dan Hewan Kesayanganku Bebas Rabies

DOK KEMENTAN
Hari Rabies Sedunia 2020: Edukasi Webinar Drama Anak-Aku dan Hewan Kesayanganku Bebas Rabies

 

Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama FAO ECTAD, dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kampanye rabies di Sekolah Dasar di Kalimantan Barat bagi 481 siswa/i serta provinsi lainnya yang telah mendaftar secara virtual.

Kampanye rabies ini dikemas dalam bentuk pentas drama virtual anak 'Aku dan Hewan Kesayanganku Bebas Rabies'. Drama ini memberikan informasi tentang seputar rabies. Apa itu rabies, bahaya rabies, tindakan yang dilakukan jika digigit hewan penular rabies, cara menghindari gigitan anjing serta memelihara hewan kesayangan yang baik melalui konsultasi ke dokter hewan serta pentingnya vaksinasi rabies secara rutin pada hewan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah mengatakan, edukasi tentang rabies khususnya kepada anak-anak usia sekolah dasar di Kalimantan Barat sebagai daerah endemis ini sangat penting. Pasalnya, mayoritas korban gigitan rabies adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Baca Juga: Kementan Berhasil Turunkan Kasus Rabies di Bali Berkat Vaksinasi

"Rabies ini merupakan salah satu zoonosis yang mematikan di dunia. Setiap sembilan menit satu orang meninggal. Bahaya sekali," ujar Nasrullah.

Bedasarkan informasi dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), setiap sembilan menit satu orang meninggal dunia karena rabies. Sementara setiap tahun, rabies membunuh hampir 59.000 orang di seluruh dunia. Dan lebih dari 95% kasus rabies pada manusia akibat gigitan anjing yang terifeksi rabies.

Walaupun mematikan, rabies pada manusia 100% dapat dicegah. Vaksinasi anjing terhadap rabies merupakan cara yang terbaik dalam mencegah penularan rabies dari hewan ke manusia, yaitu dengan melakukan vaksinasi setidaknya 70% dari populasi anjing."Jika itu dilakukan kita dapat mencegah penularan rabies dari hewan ke manusia," ucap Nasrullah.

Baca Juga: Hari Zoonosis Dunia, Kementan Adakan Kegiatan Sosialisasi Digital
 
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif  menerangkan, penyakit rabies adalah salah satu zoonosis yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Direktorat Kesmavet sendiri bertanggungjawab terhadap pengendalian dan penanggulangan zoonosis, utamanya agar penyakit ini tidak menular kepada manusia.

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan partisipasi masyarakat dengan memperhatikan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan hewan," ujar Syamsul.

Ia menambahkan bahwa sebagai wujud tanggungjawab kepada hewan peliharaan, setiap orang yang memiliki atau memelihara hewan wajib menjaga dan mengamati kesehatan hewan dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungannya. Jika mengetahui terjadinya kasus zoonosis misalnya rabies pada manusia dan/atau hewan, wajib melaporkan kepada petugas yang berwenang baik itu petugas kesehatan maupun petugas kesehatan hewan.

Baca Juga: Upaya Indonesia bisa Terbebas dari Penyakit Rabies

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, sangat mengapresiasi edukasi rabies kepada anak-anak sekolah dasar dalam rangka Peringatan hari rabies Sedunia tahun 2020 dilaksanakan di wilayahnya. Mengingat Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah endemis rabies di Indonesia.

Norsan menerangkan pada Agustus 2014 Kalimantan Barat pernah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Namun, pada akhir 2014 provinsi ini kembali dinyatakan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Ini setelah ditemukannya kasus gigitan anjing positif rabies di Kabupaten Ketapang, Melawi, dan terus menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat kecuali Kota Pontianak.

“Kasus tertinggi terjadi tahun 2018 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 25 orang dari 3.873 kasus gigitan. Pada 2019, ada 14 orang korban meninggal dari 4.398 kasus gigitan. Di 2020 tertanda sampai 21 September ini korban meninggal sebanyak 2 orang dari 1.398 kasus gigitan,” ungkapnya.

Norsan mengharapkan agar edukasi tentang rabies ini dapat terus diingat oleh anak-anak. Sehingga tidak ada lagi anak-anak di Kalimantan Barat yang tertular rabies, sesuai dengan visi misi Kalimantan Barat, zero infeksi rabies tahun 2023.

Team Leader a.i FAO ECTAD Luuk Schoonman menambahkan bahwa kegiatan KIE yang menargetkan anak-anak di sekolah dasar ini dapat menjadi pengingat kepada sekitarnya untuk saling menjaga kesehatan hewan agar terhindar dari penyakit rabies. Karena, anak-anak juga dapat menjadi agent of change dalam mengingatkan ancaman penyakit rabies kepada orang tua, saudara, maupun teman bermain di lingkungan di sekitarnya.

"Dengan metode penyampaian pesan yang dekat dengan dunia anak, seperti menyanyi dan pentas drama, diharapkan anak-anak dapat lebih mengerti tentang bahaya rabies dan pencegahan jika terjadi gigitan rabies,” ujar Luuk.

Pelaksana Tugas Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia Pamela Foster mengatakan, kasus penyakit rabies di Amerika Serikat juga masih tinggi. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa penyakit menular seperti rabies tidak mengenal batas wilayah dan menimbulkan ancaman serius bagi individu, negara, dan dunia.

Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) sendiri telah bermitra dengan Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap Agenda Ketahanan Kesehatan Global.

"Utamanya untuk mengendalikan dan mencegah penyakit menular. Peringatan Hari Rabies Sedunia tahun ini menggarisbawahi peran penting yang dapat dilakukan generasi muda untuk membantu mengatasi tantangan ini dan menjaga diri mereka tetap aman.” ucap Pamela.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga menyambut baik adanya kegiatan sosialisasi rabies ini. Ia meminta sosialisasi dan edukasi terhadap bahaya rabies ini harus terus dilakukan secara masif untuk menjadikan Indonesia bebas rabies.

“Gencarnya upaya sosialisasi dan pemahaman tentang bahaya rabies kepada masyarakat, diharapkan penyebaran virus rabies dapat dihentikan yang pada akhirnya target Indonesia bebas rabies akan tercapai,” harap Menteri SYL. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Puspa Perwitasari

ShopeePay Hadirkan Fitur Rekognisi Wajah

👤Gana Buana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 01:16 WIB
Langkah ini sebagai respons terhadap tingginya transaksi digital melalui ShopeePay di masa pandemi covid-19. Dengan fitur rekognisi,...
Antara/Puspa Perwitasari

Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Komitmen

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 26 Oktober 2020, 00:48 WIB
Sebab, realisasi ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air masih jauh dari potensi yang dimiliki. Dengan pasar yang besar, Indonesia belum...
Antara/HO-Pertamina.

BBM RON Rendah Sebabkan Beban Kesehatan dan Lingkungan

👤Antara 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:17 WIB
Menurut dia, jalan terbaik dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk beralih kepada BBM RON tinggi yang lebih ramah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya