Sabtu 26 September 2020, 06:30 WIB

Literasi Jadi Tantangan Bank Syariah

(Try/E-2) | Ekonomi
Literasi Jadi Tantangan Bank Syariah

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari berpose usai memberikan paparan kinerja Mandiri Syariah Semester I 2020 di Jakarta

 

ASOSIASI Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menyatakan peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap perbankan syariah masih menjadi tantangan mengingat hingga saat ini angka capaiannya masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan konvensional.

"Posisi tahun terakhir atau pada 2019, literasi bank syariah baru 8%, sedangkan inklusi baru 11%," kata Ketua Umum Asbisindo Toni EB Subari pada Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah Ekonomi dan Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, kemarin.

Ia mengatakan banyaknya perbedaan istilah dan konsep antara perbankan syariah dan konvensional juga menjadi tantangan bagi pelaku perbankan syariah dalam memberi penjelasan kepada masyarakat.

"Kami punya tantangan menjelaskan kepada masyarakat yang universal maupun rasional dengan menggunakan istilah yang lebih umum. Konsep pertama ialah perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional, di antaranya kami menjadikan nasabah sebagai investor dan menerapkan konsep bagi hasil," kata Toni yang juga Direktur Utama Bank Mandiri Syariah tersebut.

Melihat potensi pasar perbankan syariah di dalam negeri, sambungnya, sejauh ini masih terbuka lebar. Ia mengatakan saat ini dari total jumlah penduduk di Indonesia, 87% merupakan masyarakat muslim.

"Intinya ialah penguatan sumber daya manusia, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di market, penguatan teknologi sebagai core banking, dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur IT, Operations, and Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan pihaknya terus berupaya memberi layanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya selama pandemi covid-19.

"Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terlebih di tengah situasi pandemi covid-19. Salah satunya, kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, net banking, maupun layanan digital branch," katanya. (Try/E-2)

Baca Juga

Antara/Ampelsa

Garuda Indonesia Siapkan Pesawat Kargo untuk Ekspor

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 22:30 WIB
Potensi ekspor salah satunya pada produk makanan laut masih sangat...
ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Stok Beras Capai Tujuh Juta Ton, Mentan Apresiasi Kerja Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:30 WIB
Produksi beras juga indikator utama di mana kesejahteraan petani perlahan tapi pasti terus mengalami...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya