Sabtu 26 September 2020, 06:20 WIB

Perlindungan Sosial Sentuh 90% Rumah Tangga Miskin

(Mir/E-3) | Ekonomi
Perlindungan Sosial Sentuh 90% Rumah Tangga Miskin

Akhmad Safuan
KELUARGA MISKIN BLORA TERIMA BERAS GRATIS

 

KEPALA Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menuturkan sebanyak 90% rumah tangga miskin di Tanah Air telah tersentuh oleh bantuan pemerintah. Pernyataan itu merujuk kepada survei Bank Dunia mengenai penanganan dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian.

"Survei dilakukan bukan oleh Kemenkeu, melainkan World Bank dalam tiga ronde, sekarang sudah ronde 3. Ronde 1 itu pada Mei, ronde 2 sekitar Juli, dan ronde 3 pada Agustus," tutur Febrio di Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, dalam survei pada Mei sekitar 40% rumah tangga miskin belum mendapatkan dukungan dari pemerintah. "Lalu survei di Juli dan Agustus, pada Agustus kita dapat bahwa hampir 90% rumah tangga miskin telah mendapatkan sedikitnya satu bantuan," sambungnya.

Hasil survei itu, kata Febrio, selaras dengan progres realisasi perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam PEN, pemerintah sedianya mengalokasikan dana hingga Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Bahkan, anggaran PEN perlindungan sosial itu bisa lebih besar. Pemerintah akan merealokasi anggaran di pos lain dalam program PEN yang serapannya lambat ke program perlindungan sosial.

Oleh karena itu, pada 2021 pemerintah akan tetap melanjutkan beberapa program perlindungan sosial untuk membantu masyarakat menengah ke bawah agar bisa bertahan dari dampak pandemi.

"Perlindungan sosial itu progresnya memang luar biasa, dari Rp203,9 triliun sudah lebih dari 58% yang tercapai sehingga ini menjadi strategi yang harus terus kita lakukan," jelas Febrio.

Pada 2020, anggaran Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp37,4 triliun, kartu sembako Rp43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp6,8 triliun, bansos non- Jabodetabek Rp32,4 triliun, kartu prakerja Rp20 triliun, diskon listrik Rp6,9 triliun, logistik, pangan, dan sembako Rp25 triliun, serta bantuan langsung tunai dana desa Rp31,8 triliun.

Di kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Danareksa Moekti Prasetiani Soejachmoen menuturkan program bansos yang dijalankan pemerintah di tengah pandemi efektif mengurangi beban rumah tangga. "Setidaknya, dari survei yang dilakukan, 60% responden menyatakan 25% beban yang dimiliki berkurang setelah menerima bansos," ujarnya. (Mir/E-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

RI Pimpin Pengembangan Syariah Global

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 01:05 WIB
INDONESIA berpotensi menjadi pemimpin dalam pengembangan pasar keuangan syariah...
Sumber: Kementerian ESDM

Pemerintah Gandeng Swasta Selesaikan Pembangunan Jargas

👤(Gan/S2-25) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:15 WIB
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melibatkan pihak swasta dalam menyelesaikan target pembangunan 4 juta sambungan jaringan...
Antara/Ahmad Subaidi

Aturan Tarif Energi Terbarukan akan Diterbitkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:30 WIB
"Kita akan mengeluarkan Peraturan Presiden untuk tarif renewable energy yang nantinya akan dibeli oleh PLN dan diharapkan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya