Sabtu 26 September 2020, 06:40 WIB

Jepang Kembangkan Tes Darah Jadi Peringatan Dini Kasus Parah Covid

mediaindonesia.com | Internasional
Jepang Kembangkan Tes Darah Jadi Peringatan Dini Kasus Parah Covid

AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Warga mengunjungi kuil Sensoji dengan menggunakan masker

 

PARA Peneliti Jepang sedang mengembangkan tes darah yang bisa dipakai sebagai sistem peringatan dini kasus covid-19 dengan infeksi serius. Mereka mengerahkan 500 mesin prototipe untuk menguji keampuhannya secara nasional.

Peneliti dari Pusat Nasional Medis dan Kesehatan Global yang sebelumnya menguji lima senyawa dalam darah 28 pasien, menemukan pembacaan serum CCL17 yang rendah menjadi prediksi dari infeksi serius covid-19.

Hasil itu menunjukkan tes awal untuk serum dapat membantu menentukan pasien mana yang memerlukan rawat inap rumah sakit.

"Jika CCL17 lebih kecil dari 100 pikogram per milimeter, kemudian kami meminta mereka untuk dirawat inap, namun jika di atas dari 400, pasien dapat tinggal di hotel atau rumah mereka dan diperiksa setiap tiga hari," kata kepala peneliti Masaya Sugiyama, Jumat (25/9).

Menurutnya, data lain diperlukan guna memastikan hasil dari riset mikro tersebut. Namun sejak uji coba 28 pasien, kelompok tersebut telah bermitra dengan sebuah perusahaan Jepang, mengembangkan mesin uji prototipe untuk serum.

Baca juga:  Ilmuwan Jepang Beralih ke Ulat Sutera untuk Vaksin Covid-19

Hampir 500 perangkat kini digunakan di negara tersebut, yang memberikan hasilnya dalam waktu 20 menit.

Sugiyama mengaku pihaknya bersiap mencari persetujuan regulasi untuk perangkat tersebut di Jepang dan sedang memeriksa opsi lisensi dan ekspor untuk pasaran di luar negeri. Ia pun enggan memberitahukan nama perusahaan yang bergabung.

"Siapa yang akan berkembang menjadi (potensi) kasus kematian atau mereka yang tanpa gejala sangat penting untuk diklarifikasi," ungkapnya.

"Metode ini akan tersedia di seluruh dunia, dan jika mereka mengujinya, maka (penentuan) akan sangat mudah dipahami," pungkasnya.(Ant/OL-5)

Baca Juga

AFP/Eva Hambach

Lima Warga Korea Selatan Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:39 WIB
Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20% lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun...
Dita ALANGKARA/POOL/AFP)

PM Jepang: Selesaikan Konflik Laut China Selatan secara Damai

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:25 WIB
Yoshihide Suga menekankan bahwa Jepang menolak semua tindakan dan gerakan yang meningkatkan ketegangan di Laut China...
Biro Pers Setpres/Muchlis JR

PM Jepang Dukung ASEAN Outlook on Indo-Pasifik

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 14:38 WIB
Bagi Jepang, konsep Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka tidak ditujukan kepada negara-negara tertentu saja, tetapi terbuka dan bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya