Sabtu 26 September 2020, 04:53 WIB

Uji Klinis Bisa Selesai Tiga Bulan Lebih Cepat

BY/X-11 | Humaniora
Uji Klinis Bisa Selesai Tiga Bulan Lebih Cepat

Medcom.id
Ilustrasi

 

TIM uji klinis fase III vaksin virus korona Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, optimistis pengetesan bisa tuntas lebih cepat daripada yang ditargetkan sebelumnya.

Saat dipastikan akan melakukan serangkaian tes terhadap 1.620 subjek, tim dokter dari berbagai keahlian ini sebelumnya akan menuntaskannya pada Januari 2021.

Manajer lapangan tim uji klinis fase III vaksin virus korona Fakultas Kedokteran Universitas Padja- djaran, Eddy Fadlyana, optimistis uji coba vaksin Sinovac yang berasal dari Tiongkok ini bisa diselesaikan lebih cepat.

Bahkan, menurut dia, uji klinis ini akan tuntas pada Oktober- November jika tidak ada kendala berarti. “Dengan mengerahkan segala daya dan upaya, kita bisa menyelesaikan uji vaksin ini tiga bulan lebih cepat,” ujarnya di Bandung, kemarin.

Menurut dia, akselerasi dari pengujian ini terjadi karena pihaknya menambah jam kerja dan jumlah sumber daya manusia.

Jika di awal pihaknya hanya melibatkan 60 peneliti, kini ada sekitar 100 dokter dari berbagai keahlian. Selain itu, jam kerja mereka pun ditambah hingga dua kali lipat.

“Jam kerja di lapangan juga ditambah. Yang semula hanya siang, sekarang menjadi pagi dan siang,” jelasnya.

Pihaknya pun membekali berbagai pelatihan kepada setiap sumber daya manusia yang terlibat.

Dengan penambahan tersebut, menurutnya, proses pendataan dan penyeleksian relawan bisa lebih cepat. Hingga saat ini sudah terdapat 1.000 relawan yang sudah menjalani penyaringan sebelum diberikan vaksin.

“Untuk berapa total yang sudah divaksin, nanti diinformasikan lagi karena sekarang masih terus dilakukan kegiatan,” ucapnya.

Meski dipercepat, Eddy memastikan kualitas uji klinis vaksin yang dilakukan pihaknya tidak akan berkurang sedikit pun. “Bisa lebih cepat, tapi tanpa mengurangi kualitas,” ujarnya.

Terlebih, berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II di Tiongkok, dia optimistis vaksin tersebut akan berhasil dan ampuh mengatasi pandemi ini. “Pada fase I dan II, 90% kadar antibodi punya kekebalan,” cetusnya.

Namun, pihaknya akan menyerahkan keputusan tersebut kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) selaku lembaga yang lebih berwenang.

Termasuk adanya kemungkinan jumlah subjek atau relawan uji klinis yang bisa saja berkurang jika vaksin terbukti ampuh dan berhasil.

“Badan POM yang akan menilai. Apakah cukup dengan 540 (yang sudah divaksin) untuk dijadikan izin atau tetap menunggu sampai 1.620 subjek,” tukasnya.

Uji coba vaksin covid-19 asal Tiongkok yang akan dilakukan Tim Fakultas Kedokteran Unpad ini sudah mendapat izin dari Komite Etik, yang di antaranya terdiri atas Litbangkes Kemenkes dan Badan POM. (BY/X-11)

Baca Juga

Dok. UBL

Wisuda UBL Dihadiri mantan Wapres dan Duta Besar Secara Virtual

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:51 WIB
Wisuda ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari pada 19-21 Oktober 2020 di Gedung Grha Mahardika Bujana (Auditorium) kampus.UBL...
ANTARA

IPB University akan Anugerahi Doni Monardo Doktor Honoris Causa

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:50 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa...
DOk. UT

UT Gelar RTM Perkuat Sistem Pembelajaran Berbasis IT

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:48 WIB
Pada t2019 RTM difokuskan dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ), maka tahun ini RTM berfokus pada bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya