Jumat 25 September 2020, 23:58 WIB

Palestina Minta PBB Gelar Konferensi Timur Tengah Internasional

mediaindonesia.com | Internasional
Palestina Minta PBB Gelar Konferensi Timur Tengah Internasional

AFP/Evan Schneider
Mahmoud Abbas saat ia berbicara secara virtual pada Sidang Umum ke-75 Sidang Umum PBB di New York, Jumat (25/9).

 

PRESIDEN Palestina Mahmud Abbas hari Jumat mengajukan permintaan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar konferensi internasional tentang Timur Tengah pada 2021. Ia berharap hal itu sebagai awal yang baru setelah pemilihan AS dan pengakuan Teluk Arab atas Israel.

Dalam pidatonya di depan Majelis Umum, Abbas meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk mengadakan pertemuan tentang masalah Palestina awal tahun depan dan menghadirkan semua pihak terkait. "Konferensi harus memiliki kewenangan penuh untuk meluncurkan proses perdamaian sejati berdasarkan hukum internasional," kata Abbas pada sidang umum virtual dalam pidato yang direkam.

"Itu harus bertujuan mengakhiri pendudukan dan memberikan rakyat Palestina kebebasan dan kemerdekaan mereka di negara mereka sendiri sepanjang perbatasan pada 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan menyelesaikan masalah status akhir, terutama masalah pengungsi," katanya.

Abbas mengajukan banding di tengah kekhawatiran di antara warga Palestina tentang berkurangnya dukungan dunia Arab selama puluhan tahun untuk negara Palestina yang merdeka. Uni Emirat Arab dan Bahrain pada awal bulan ini setuju untuk mengakui Israel.

"Merupakan khayalan untuk berpikir bahwa rakyat Palestina bisa dikesampingkan. Anda semua harus tahu bahwa tidak akan ada perdamaian, tidak ada keamanan, tidak ada stabilitas, atau hidup berdampingan di wilayah kami tanpa mengakhiri pendudukan dan tanpa solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina," katanya.

Otoritas Palestina telah menolak upaya diplomatik oleh Trump karena dukungan kuat pemerintahannya terhadap Israel. Jika Trump kalah dalam pemilihan 3 November, konferensi yang dicari oleh Abbas akan berlangsung di bawah presiden AS Joe Biden. Joe juga merupakan pendukung Israel tetapi telah berjanji untuk mempromosikan solusi dua negara.

Palestina juga telah setuju untuk mengadakan pemilu pada awal 2021 karena langkah-langkah Teluk Arab memicu pembicaraan baru tentang rekonsiliasi antara gerakan Fatah dan Hamas.(AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Alex Edelman

Rekor, AS Catat 90.000 Kasus Baru Korona dalam 24 Jam

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Tercatat ada 91.295 kasus baru dalam 24 jam sampai dengan Kamis pukul 20.30 waktu...
HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP

Tiongkok Sebut AS Adalah Provokator Perang Dingin Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:56 WIB
Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menyatakan AS menjadi negara provokator perang dingin baru dan mengganggu perdamaian dan...
AFP/Valery Hache

AS Hingga Uni Eropa Kecam Serangan Teroris di Prancis

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:50 WIB
Terkait serangan teroris di Prancis, kecaman datang mulai dari Presiden AS Donald Trump hingga para pemimpin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya