Jumat 25 September 2020, 21:39 WIB

Kemenkes Sudah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Insentif Nakes

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Sudah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Insentif Nakes

Ilustrasi
Tenaga medis

 

PEMERINTAH terus berupaya mempercepat pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan Abdul Kadir.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan PPSDM Kesehatan, per tanggal 23 September 2020 total anggaran yang telah disalurkan untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 2,3 trilun. Dana tersebut dibagi ke dalam 2 pos yakni pusat dan daerah. Pusat terdiri dari Rumah Sakit, KKP, BBLK/BTKL/Lab/Relawan dan PPDS, sedangkan daerah yakni Dinkes, RSUD dan Puskesmas.

“Sesuai instruksi Presiden, kami Kementerian Kesehatan terus berupaya mempercepat penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas,” kata Kadir dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Kemudian, untuk santunan kematian. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 110 tenaga kesehatan meninggal dalam penanganan covid-19. Dari jumlah tersebut, 100 tenaga kesehatan telah terverifikasi dan mendapatkan santunan serta penghargaan dari pemerintah dengan realisasi anggaran capai Rp30 miliar atau 50% dari total dana santunan kematian sebesar Rp60 miliar. Sementara 10 lainnya masih harus melengkapi dokumen sesuai KMK 447.

Baca juga : Waspadai Bencana Hidrometeologi di Musim Pancaroba

“Santunan kematian telah diberikan sebanyak 50% atau Rp 30 miliar kepada 100 ahli waris tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan covid-19. Harapannya ini tidak akan bertambah lagi, karena keselamatan nakes adalah prioritas kami,” imbuhnya.

Selain mempercepat distribusi insentif dan santunan, Kementerian Kesehatan juga terus berupaya mendistribusikan tenaga kesehatan yang akan membantu penanganan covid-19.

Dengan tingginya kebutuhan serta masih terbatasnya daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan penanganan bencana di wilayahnya, maka pemerintah turut melibatkan Tenaga Relawan Kesehatan, Nusantara Sehat baik Tim maupun Individu serta Internship untuk membantu memutus rantai penularan covid-19 di Indonesia.

“Sampai saat ini, 16.576 tenaga kesehatan telah ditempatkan oleh Kementerian Kesehatan untuk membantu penanganan covid-19. Jumlah itu bisa saja ditambah, sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” terang Kadir

Kadir menjabarkan dari total tenaga kesehatan yang telibat dalam penanganan covid-19 sebanyak 16.576 terdiri dari 2.582 orang tenaga relawan kesehatan, 7.487 Nusantara Sehat Tim dan Individu dan 6.507 diantaranya merupakan internship. Seluruhnya tersebar di RS COVID-19, laboratorium, puskesmas dan sarana kesehatan lainnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist

Limbah dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dilarang Dibuang di TPA 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 09:20 WIB
Direktorat Jenderal PSLB3, KLHK, melarang keras limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) atau limbah medis dibuang di...
Instagram

Ersa Mayori Anteng di Rumah

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 09:05 WIB
Model, pesinetron dan presenter Ersa Mayori, 41, mengaku tidak tergoda untuk ikut-ikutan 'mendadak liburan' seperti yang dilakukan...
OZAN KOSE/AFP

Tsunami Pada Gempa Turki Tidak Berdampak ke Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:24 WIB
BMKG menegaskan masyarakat diimbau tetap tenang karena tsunami tidak berdampak ke wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya