Jumat 25 September 2020, 21:13 WIB

Asia Enggan Disalahkan Terkait Penundaan Piala Thomas Dan Uber

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Asia Enggan Disalahkan Terkait Penundaan Piala Thomas Dan Uber

BWF
Trofi piala Thomas dan Uber

CHIEF operation Bulutangkis Asia, Saw Chit Boon membantah bahwa tim-tim di kawasan Asia harus disalahkan atas penundaan Piala Thomas dan Uber, menyusul serangkaian penarikan karena ketakutan akan virus covid-19.

Hal itu diungkapkan Boon, setelah adanya pemberitaan di Denmark yang menanggap penarikan mundur negara-negara asia dari turnamen tersebut merupakan hal yang egois.

Boon mengatakan tim-tim Asia itu tidak berusaha untuk mempersulit keadaan, dengan melakukan penarikan itu.

"Saya pikir itu adalah hak dan hak prerogatif setiap negara peserta untuk memutuskan apakah mereka ingin pergi untuk bertanding atau tidak," katanya dalam sebuah acara di Kuala Lumpur.

"Banyak hal yang harus diperhatikan, karena setiap negara memberlakukan SOP (standar prosedur operasional), aturan dan ketentuan yang berbeda bagi warganya yang bepergian ke luar negeri," imbuhnya.

Indonesia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Australia semuanya mengundurkan diri sebelum kejuaraan beregu dunia putra dan putri yang akan dimulai kembali bulan depan, ditunda untuk ketiga kalinya.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengatakan keputusan dilakukannya penundaan dikarenakan tidak adanya tingkat persaingan yang cukup tinggi bila turnamen tersebut tetap dilanjutkan, mengingat Banyak pemain top dunia berasal dari Asia.

"Jadi saya tidak berpikir ini tentang negara-negara Asia yang menarik diri hanya untuk mempersulit keadaan peserta negara lain," ucap Boon.

"Klaim ini muncul karena Denmark kebetulan menjadi tuan rumah. Akankah hal yang sama berlaku jika sebuah negara Asia menjadi tuan rumah acara tersebut?," sebutnya.

Diketahui, turnamen Bulu tangkis internasional telah ditahan sejak Maret karena pandemi. Denmark Terbuka bulan depan adalah satu-satunya acara tingkat atas yang dikonfirmasi akan tetap digelar tahun ini.

Piala Thomas dan Uber kini telah ditunda tiga kali, dan kemungkinan tidak akan berlangsung sebelum tahun depan.

Petenis nomor tiga dunia Denmark Anders Antonsen memperingatkan bahwa olahraga itu akan "layu dan mati" jika turnamen tidak segera digelar.

"Apakah kita hanya duduk-duduk menunggu vaksin datang sebelum bulu tangkis dapat dimulai lagi?," tulisnya di akun media Instagram pribadinya.

"Buatlah pengaturan terbaik dan teraman semampu Anda, kemudian jalankan turnamen siapa pun yang hadir. Jika tidak, olahraga ini akan layu dan mati," tukasnya. (AFP/OL-4)

Baca Juga

AFP

Federer Menatap Australia Terbuka

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 02:45 WIB
PETENIS asal Swiss Roger Federer optimistis dirinya akan kembali pulih untuk bertanding di Australia Terbuka pada Januari...
ANTARA

Dua Calon Kandidat Berburu Dukungan

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 02:25 WIB
KETUA Tim Penjaringan Calon Ketua Umum  PP PBSI Edi Sukarno mengonfirmasi saat ini telah ada dua calon...
AFP

Mundur, Tidak Akan Ada Novak Djokovic di Paris Masters

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:36 WIB
Dia beralasan Paris Masters tidak akan menambah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya