Jumat 25 September 2020, 18:03 WIB

Beri Informasi Palsu, BMW Didenda US$18 Juta

Mediaindonesia.com | Otomotif
Beri Informasi Palsu, BMW Didenda US$18 Juta

Antara
Logo BMW

 

Perusahaan otomotif asal Jerman, harus rela membayar denda sejumlah US$18 juta atas tuduhan informasi yang menyesatkan tentang volume penjualan ritel mobil mewah Jerman itu di Amerika Serikat.

Dalam penyelidikan ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS mengatakan dari 2015 hingga 2019, BMW telah memanipulasi untuk meningkatkan penjualan ritel AS, yang membantu BMW menutup kesenjangan antara volume penjualan ritel aktual dan target internal.

Baca juga: https://mediaindonesia.com/read/detail/322183-bmw-tidak-perpanjang-kontrak-10-ribu-pekerjanya

"Secara publik mempertahankan posisi penjualan ritel terdepan dibandingkan dengan perusahaan otomotif premium lainnya," kata Komisi Sekuritas dan Bursa AS yang dikutip dari Reutes, Jumat (25/9).

Ia menambahkan bahwa BMW Amerika Utara "mempertahankan cadangan penjualan kendaraan ritel yang tidak dilaporkan yang mereka sebut secara internal sebagai "bank" - yang digunakan untuk memenuhi target penjualan bulanan internal tanpa memperhatikan kapan penjualan yang mendasarinya terjadi," tambah dia.

Penyelidikan SEC dimulai pada akhir 2019. "Tidak ada tuduhan atau temuan dalam Order bahwa setiap entitas BMW terlibat dalam kesalahan yang disengaja," kata BMW dalam sebuah pernyataan.

"Sangat mementingkan kebenaran angka penjualannya dan akan terus fokus pada pelaporan penjualan yang menyeluruh dan konsisten," tambah pernyataan itu.

SEC mengatakan, dalam hal ini BMW membayar diler untuk secara tidak akurat. Kendaraan yang ditugaskan untuk sebagai demonstran atau peminjaman, BMW akan menghitungnya sebagai kendaraan yang dijual kepada pelanggan padahal sebenarnya belum.

"BMW menyesatkan investor tentang kinerja penjualan ritel AS dan permintaan pelanggan untuk kendaraan BMW di pasar AS sambil meningkatkan modal di AS," kata Stephanie Avakian, direktur divisi penegakan SEC.

Pada September 2019, Fiat Chrysler Automobiles NV dan unit AS-nya setuju untuk membayar setidaknya US$40 juta karena menyesatkan investor tentang angka penjualan bulanannya. (Ant/0L-12)

 

Baca Juga

Hyundai Motor

Hyundai Motor Naik Peringkat versi Global Brand Ranking Interbrand

👤RO 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 19:38 WIB
Survei tersebut menunjukkan nilai brand global Hyundai Motor naik 1 persen dari tahun ke tahun menjadi US$14,3 miliar, menempati peringkat...
Mercedes-Benz AG

Mercedes-Benz Kembali Raih Penghargaan di Best Global Brands 2020

👤RO 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 19:14 WIB
Ini adalah suatu pencapaian dalam mempertahankan posisi Mercedes-Benz sebagai brand luxury otomotif paling berharga di dunia selama empat...
ADM

Beli dan Tukar-Tambah Mobil di Virtual Daihatsu Festival

👤RO 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 18:54 WIB
Dalam acara ini Daihatsu mengundang Kaesang Pangarep untuk berbagi inspirasi seputar kiat dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya