Jumat 25 September 2020, 17:40 WIB

Akses Kuota Belajar Terbatas, Nadiem Akan Tambah Aplikasi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Akses Kuota Belajar Terbatas, Nadiem Akan Tambah Aplikasi

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Siswa SMP belajar daring saat peluncuran WiFi Publik di Kampung Bubulak RT 04/16, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9).

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berjanji akan terus menambahkan aplikasi belajar yang diperlukan para siswa ke dalam akses kuota belajar. Seperti diketahui, bantuan kuota internet dari Kemendikbud dibagi atas kuota umum dan kuota belajar.

Kebijakan ini menjadi polemik karena porsi kuota umum dan kuota belajar tidak seimbang, padahal banyak aplikasi PJJ yang digunakan oleh siswa tidak termasuk dalam daftar akses kuota belajar.

“Kami akan terus menyempurnakan daftar ini. Kalau ada masyarakat yang komplain, mungkin ada beberapa aplikasi yang belum kita masukkan kita akan senantiasa terus menambahkan aplikasi-aplikasi lain di dalam kuota belajar,” kata Nadiem dalam Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020, Jumat (25/9).

Baca juga: Ada Siswa Belum Terima Bantuan Kuota, Nadiem: Jangan Khawatir

Nadiem menjelaskan, alasan Kemendikbud membagi subsidi kuota menjadi kuota umum dan kuota belajar yakni agar bantuan tersebut digunakan sesuai tujuannya, yakni melakukan pembelajaran. Jika porsi kuota umum lebih besar, dikhawatirkan siswa akan menggunakannya untuk kegiatan lain seperti main game dan membuka aplikasi hiburan lain yang tidak semestinya.

“Pemerintah melakukan subsidi sebesar ini untuk memastikan bahwa ini benar-benar digunakan untuk pembelajaran dan bukan digunakan untuk fungsi-fungsi lainnya. Makanya untuk yang bagian kuota umum atau bisa menggunakan semua aplikasi, porsinya lebih kecil,” tuturnya.

Sebagai informasi, peserta didik PAUD mendapatkan subsidi kuota internet sebesar 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Sementara itu paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Kuota umum adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran seperti Google Classroom, Duolingo, Edmodo, Microsoft Education, Quipper, Ruang Guru, Rumah Belajar, Zenius, hingga WhatsApp.

Baca Juga

MI/RAMDANI

250 Menu Nasi Ditawarkan saat Festival Nasi Online

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:35 WIB
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Pemerintah dalam memulihkan roda perekonomian...
DOK Sinarmas

Saleh Husin Kedatangan Tamu Istimewa Arief Yahya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 20:15 WIB
Saleh Husin merupakan sahabat Arief Yahya dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK saat...
Ist

Distribusi Bantuan Sosial di Indonesia Dapat Apresiasi Bank Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 19:50 WIB
Indonesia dinilai sukses menyalurkan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya