Jumat 25 September 2020, 16:09 WIB

KPK Hargai Alasan Febri Diansyah Mundur

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Hargai Alasan  Febri Diansyah Mundur

Dok MI
Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati mundurnya Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah dari komisi antirasywah.

KPK juga menghargai penilaian mantan Juru Bicara KPK itu soal alasannya berhenti terkait kondisi KPK setelah hampir setahun revisi undang-undang.

"KPK menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi keputusan yang bersangkutan termasuk tentang penilaiannya terhadap KPK saat ini," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (25/9).

Ali Fikri mengatakan pemberhentian Febri tengah diproses. Pimpinan pun nantinya akan segera memilih pejabat pelaksana untuk posisi Kepala Biro Humas. Setelah itu, dilakukan seleksi untuk menilih pejabat definitif. Ali menyatakan berhentinya Febri tak akan berpengaruh bagi program-program KPK yang akan tetap berjakan.

"Beberapa agenda serta program-program pencegahan dan pemberantasan korupsi yang sudah direncanakan sebelumnya berjalan seperti biasa," ujarnya.

Febri diketahui mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September. Melalui suratnya, ia meminta agar proses pemberhentiannya diproses per 18 Oktober 2020.

Terkait alasan pengunduran diri, Febri menyebut kondisi politik dan hukum berubah bagi KPK setelah adanya revisi undang-undang. Ia mengaku sulit berkontribusi lebih di KPK dengan kondisi sekarang. Ke depan, Febri berencana tetap akan bekerja di bidang pemberantasan korupsi.

"Ada rencana dengan beberapa orang teman untuk membangun sebuah kantor hukum publik yang concern pada advokasi anti korupsi khususnya advokasi terhadap korban korupsi, kemudian perlindungan konsumen selain jasa hukum lainnya yang harus dilakukan dengan standar integritas," ucap Febri.

Saat pergantian kepemimpinan KPK pada akhir tahun lalu, Febri tak lagi menjabat juru bicara dan fokus sebagai Kepala Biro Humas KPK. Sebelumnya ia menjabat Juru Bicara KPK sejak 2016 hingga 2019. Sebelum bergabung di KPK, Febri merupakan aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW). (OL-8)

 

Baca Juga

ASN

Sikap Partisan ASN Hanya Boleh di Bilik Suara

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:05 WIB
Bilik suara menjadi tempat ASN untuk memilih orang yang dikehendaki sebagai pemimpin dapat disalurkan. Di luar bilik suara ASN tidak perlu...
DOK MI

Hak Kelompok Rentan harus Diatur Khusus Dalam Revisi UU Pemilu

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:40 WIB
Salah satu kelompok masyarakat rentan yakni masyarakat adat yang tinggal di hutan lindung. Mereka tidak bisa memberikan hak pilih karena...
Dok MI

Megawati Resmikan 13 Kantor dan Patung Soekarno

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 22:00 WIB
Megawati berpesan bahwa kantor partai harus menjadi pusat pengorganisasian seluruh kegiatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya