Jumat 25 September 2020, 14:53 WIB

Kemenperin Evaluasi Kebijakan Penyelamatan Industri Nasional

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemenperin Evaluasi Kebijakan Penyelamatan Industri Nasional

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Perindustrian akan mengevaluasi sejumlah kebijakan untuk menyelamatkan industri nasional. Pandemi Covid-19 dianggap membawa dampak yang signifikan bagi aktivitas industri manufaktur di Indonesia.

“Ini momentum untuk mengevaluasi berbagai kebijakan dalam negeri sehingga efektif mendorong ketahanan dan pertumbuhan industri nasional,” kata Plt. Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Yan Sibarang Tandiele di Jakarta, Jumat (25/9).

Menurut Yan, terdapat beberapa instrumen yang dapat diimplementasikan dalam upaya pengamanan dan penyelamatan industri nasional yang terdampak oleh lonjakan impor di tengah pandemi. Di antaranya adalah melalui tindakan trade remedies berupa penerapan safeguards dan anti dumping.

“Kebijakan-kebijakan tersebut diperbolehkan dan telah sesuai dengan aturan WTO, mengingat tarif bea masuk umum (MFN) tidak lagi efektif untuk menjadi instrumen pengamanan industri karena Indonesia telah terlibat aktif dalam berbagai kerja sama free trade,” ungkap Yan.

Baca juga : Kemendag Blokir 89 Situs Pialang Berjangka Tak Berizin

Ia menambahkan, dalam kondisi pandemi, sektor industri diharapkan bisa merebut peluang untuk memperkuat struktur manufaktur dan mewujudkan kemandirian industri nasional.

“Oleh karena itu, pemerintah bersama stakeholder terkait terus menjalin sinergi untuk mendorong ketahanan industri nasional,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Dirjen KPAII Kemenperin Dody Widodo. Pihaknya melakukan diskusi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan demi mencari jalan keluar terhadap berbagai kendala yang dialami pelaku industri nasional saat menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“Misalnya, kami melaksanakan kegiatan webinar dengan pelaku dan asosiasi industri untuk menampung usulan-usulan yang dapat dijadikan bahan kebijakan selanjutnnya, baik itu kebijakan insentif fiskal atau nonfiskal, termasuk juga perbaikan atauran-aturan yang telah berjalan,” paparnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Dok: Biro Setwapres

Wapres tak Ingin Indonesia Jadi Tukang Stempel Produk Halal Global

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:10 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia masih banyak mengimpor produk halal dari berbagai negara. Indonesia masih menjadi...
MI/Ramdani

Wapres Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Terbesar Dunia di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:05 WIB
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Wapres, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah akan Jadikan Indonesia Pemimpin Industri Halal Dunia

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:39 WIB
Potensi besar Indonesia menjadi pemimpin industri produk halal dunia, InshaAllah dapat segera...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya