Jumat 25 September 2020, 14:20 WIB

Kulonprogo Tutup Pasar Pripih Selama Tiga Hari

Agus Utantoro | Nusantara
Kulonprogo Tutup Pasar Pripih Selama Tiga Hari

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Ilustrasi penutupan pasar

 

PEMKAB Kulonprogo menutup sementara Pasar Pripih di Kapanewon mulai hari ini, Jumat (25/9), hingga Selasa(29/9). Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran penularan covid-19.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati menjelaskan di Pasar Pripih tercatat 25 pedagang positif covid-19.

"Penutupan selama sepekan ini untuk memutus mata rantai persebaran covid-19, setelah muncul Klaster Arisan Tlogolelo yang menyebabkan 25 pedagang terkonfirmasi positif  covid-19," kata Baning, Jumat (25/9).

Penutupan Pasar Pripih, lanjutnya, dilakukan setelah sebelumnya ada kesepakatan antara pedagang pengelola pasar, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kalurahan (desa), kapanewon (kecamatan) maupun kabupaten.

Selama masa penutupan, jelas Baning, akan dilakukan dekontaminasi dengan menyemprotkan disinfektan ke seluruh bagian pasar dan di lapak-lapak pedagang.

Baca juga: Pemkab Kulonprogo Aktifkan Selter Pasien Covid-19 di Desa-desa

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo Sri Budi Utami menambahkan perlu ada pencegahan perpindahan sejumlah pedagang Pasar Pripih ke Pasar Jombokan karena adanya kebijakan penutupan.

"Kami berharap Satpol PP Kabupaten Kulonprogo turun tangan melakukan pencegahan perpindahan tersebut," ujar Sri Budi.

Di lain tempat, Kepala Dusun Tlogolelo Wisnu Broto memastikan telah menutup akses keluar-masuk dusun khususnya ke wilayah RT 11 yang menjadi sumber penularan atau awal klaster.

Sementara Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 Kabupaten Sleman di Asrama Haji Yogyakarta saat ini dihuni 111 pasien, dengan status asimptomatis (OTG) positif sebanyak 110 orang dan seorang lagi berstatus asimptomatis reaktif.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan diantara penghuni Faskes Darurat di Asrama haji ada yang berstatus narapidana titipan Kejaksaan Negeri Sleman.

"Napi ini disendirikan, menempati Gedung Madinah. Sedangkan lainnya di Gedung Muzdalifah dan Makkah," kata Shavitri.(OL-5)
 

Baca Juga

Dok. Polri

Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:42 WIB
TAR yang terkoneksi dengan Dukcapil serta face recognition tersebut akan membuat petugas mengetahui rekam jejak sejarah seseorang yang akan...
DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya