Jumat 25 September 2020, 13:59 WIB

ESDM Bakal Pasang Panel Surya di Rumah Pelanggan Bersubsidi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
ESDM Bakal Pasang Panel Surya di Rumah Pelanggan Bersubsidi

Antara/Aditya Pradana
Petugas melakukan perawatan panel surya di atap sebuah gedung.

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasang ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah tangga.

Nantinya, program ini ditujukan bagi masyarakat miskin atau pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Program ini sedang digagas. Masih dalam diskusi melalui program Energi Surya Nusantara. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi, lewat pengadaan PLTS," jelas Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen Kementerian ESDM Harris dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Baca juga: Oktober, Ada Penurunan Tarif Listrik Tujuh Golongan Nonsubsidi

Program Energi Surya Nusantara dikatakannya memberikan dampak positif. Seperti, beban subsidi listrik berkurang hingga Rp800 miliar hingga Rp1,3 triliun dengan tarif saat ini.

Di lain sisi, program tersebut bisa menyerap tenaga kerja. Serta, menurunkan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada nationally determined contributions (NDC).

"Energi surya kita dorong secara masif dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.089,4 megawatt (MW). Ini waktu tepat untuk mengakselerasi," imbuh Harris.

Adapun program Energi Surya Nusantara diinisiasi dan dirokomendasikan Institiute for Essential Service Reform (IESR), sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye terkait pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Baca juga: Banyak Tantangan, Lifting Minyak Semester I 2020 Bisa Capai 94%

Menyoroti strategi program, lanjut dia, pemerintah tetap mengembangkan PLTS skala besar. Salah satunya, bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Ini dilakukan dalam rangka menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

Pemerintah juga mengembangkan PLTS di area lahan bekas tambang sebesar 2.300 MW. Rinciannya, Bangka Belitung dengan kapasitas 1.250 MW, Kutai Barat 1.000 MW dan Kutai Kartanegara 53 MW.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...
AFP/Cristina Vega Rhor

Bank Sentral Jual Emas Pertama Kali sejak 2010

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:16 WIB
Mereka memanfaatkan harga emas yang tinggi pada saat fiskal...
Antara

Tabungan Haji BNI Syariah Tumbuh 13% di Tengah Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:14 WIB
Tabungan haji BNI Syariah yang dikenal dengan Tabungan BNI Baitullah iB Hasanah per September 2020 tercatat tumbuh 13% dari periode yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya