Jumat 25 September 2020, 13:42 WIB

Tiga Bank Syariah Salurkan Dana Stimulus PEN

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Tiga Bank Syariah Salurkan Dana Stimulus PEN

Antara
Agen Mandiri Syariah melayani calon nasabah yang membuka rekening secara daring di Kantor Mandiri Syariah, Jakarta.

 

TIGA bank syariah ditugaskan pemerintah untuk penempatan dan menyalurkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah. Masing-masing akan menampung dana Rp1 triliun.

Direktur Utama Mandiri Syariah/Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Toni E.B. Subari, mengatakan pihaknya sangat mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

"Penempatan dana pemerintah kepada bank-bank syariah ini dengan tingkat bunga atau rate BI-7 Days Repo Rate tiga bulan. Itu di angka 3,84% minus 1%. Jadi setara 2,8%. Itu dana yang cukup murah," kata Toni E.B. Subari, dalam Workshop Virtual Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah dengan tema Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (25/9).

Sementara di perbankan syariah, pihaknya sangat mendukung pengembangan UMKM, maupun untuk kebutuhan individu konsumer di masa pandemi. Sehingga dana itu dia nilai akan sangat bermanfaat.

"Kami bisa salurkan untuk nasabah. Di setiap bulan pun perbankan masih memberikan pembiayaan ke nasabah untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang cukup besar," kata Toni.

Meskipun likuiditas bank masih cukup, namun keberadaan dana PEN ini cukup murah untuk dimanfaatkan nasabah, bagi kebutuhan operasional dan konsumsi. Harapannya akan mampu menggerakkan ekonomi di produktif dan konsumtif.

Ekonom Fauzi Ichsan mengatakan poin penting dari penempatan dana pemerintah di bank-bank syariah ini adalah bisa disalurkan ke debitur atau tidak. Bagaimana pun juga bank BUMN waktu menyalurkan kredit atau pembiayaan itu ke debitur, mereka juga akan menghadapi risiko kredit yang meningkat.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat, risiko pinjaman yang naik, bank BUMN harus jeli bahwa dana tersebut bisa disalurkan ke debitur yang bonafit, sehat, dan risiko gagal bayar relatif rendah," tukas Fauzi. (E-3)

Baca Juga

MI/Ramdani

Indonesia Berpotensi jadi Pusat Produsen Halal Dunia tapi...

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:55 WIB
INDONESIA berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia, tapi butuh kerja keras dan kerja sama semua sekor. Baik pemerintah, swasta, BUMN...
Antara/Dedhez Anggara

Bank Dunia Kucurkan US$1 Juta untuk Sektor Perikanan RI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:28 WIB
Pembiayaan itu bertujuan mendukung investasi berkelanjutan di sektor perikanan Indonesia. Serta, meningkatkan kesejahteraan warga yang...
MI/Bagus Suryo

Ekonomi di Ambang Resesi, Rencana Kenaikan Cukai Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok yang sangat tinggi, yaitu rata-rata 23% dibarengi dengan kenaikan Harga Jual Eceran sebesar 35% bisa berdampak pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya