Jumat 25 September 2020, 12:55 WIB

Pimpinan KPK Hormati Mundurnya Febri Diansyah

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Pimpinan KPK Hormati Mundurnya Febri Diansyah

ANTARA
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Febri Diansyah mengangkat kartu identitas pegawai usai menyampaikan pengunduran diri, Kamis (24/9).

 

PIMPINAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati mundurnya Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah dari komisi antirasuah. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango meyakini keputusan yang diambil mantan juru bicara KPK itu sudah dipertimbangkan matang.

"Saya harus menghormati sikap yang tetap diambil Mas Febri. Saya percaya setiap orang pasti mengambil keputusan terbaik bagi dia sendiri dan juga untuk yang dicintainya," kata Nawawi kepada wartawan, Jumat (25/9).

Nawawi mengatakan Febri sebelumnya telah bertemu dengan para pimpinan membicarakan keputusan untuk berhenti dari KPK itu. Meski di luar KPK nantinya, Nawawi menyakini Febri akan tetap bisa berkontribusi bagi pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, mengatakan Febri juga telah menghadap dirinya menyampaikan pengunduran diri. Ia pun menghormati keputusan Febri berhenti dari KPK.

"Kami menghormati keputusannya dan saya tetap berharap walau yang bersangkutan di luar KPK akan tetap bersatu di titik pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Ghufron.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pemberhentian Febri tengah diproses. Pimpinan nantinya akan segera memilih pejabat pelaksana untuk posisi kepala biro humas yang ditinggalkan Febri. Setelah itu, dilakukan seleksi untuk memilih pejabat definitif.

Ali Fikri mengatakan komisi antirasuah menghormati keputusan yang diambil Febri. Pengunduran diri Febri disebutnya tidak akan berpengaruh bagi program-program KPK yang akan tetap berjakan.

"Beberapa agenda serta program-program pencegahan dan pemberantasan korupsi yang sudah direncanakan sebelumnya berjalan seperti biasa," ujarnya.

Febri diketahui mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September lalu. Melalui suratnya, ia meminta agar proses pemberhentiannya diproses per 18 Oktober 2020. Terkait alasan pengunduran diri, Febri menyebut kondisi politik dan hukum yang berubah bagi KPK saat ini.

Saat pergantian kepemimpinan KPK pada akhir tahun lalu, Febri tidak lagi menjabat juru bicara dan fokus sebagai kepala biro humas KPK. Sebelumnya ia menjabat juru bicara KPK sejak 2016 hingga 2019. Sebelum bergabung di KPK, Febri merupakan aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW). (P-2)
 

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Anggota Wantimpres Mardiono Pastikan Calonkan Diri Jadi Ketum PPP

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Minggu 01 November 2020, 08:15 WIB
Mardiono mengaku masih harus mempersiapkan diri sebelum melakukan konsolidasi, khususnya melapor ke Presiden Joko Widodo...
ANTARA/Teguh prihatna

Kemendagri Tegur 67 Pemda Terkait Pelanggaran Netralitas ASN

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 November 2020, 06:17 WIB
Kepala Daerah yang tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut akan dikenai sanksi, mulai dari sanksi moral hingga hukuman...
Dok.MI/Rommy

Kasus Siti Fadilah Jadi Pembelajaran

👤Cah/Ant/P-1 🕔Minggu 01 November 2020, 05:10 WIB
Menteri kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diserahterimakan dari pihak Rutan Kelas I Pondok Bambu ke kuasa hukumnya, yakni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya