Jumat 25 September 2020, 11:15 WIB

Empat Anjing Positif Rabies, Pemkab Sikka Gencarkan Vaksinasi

Gabriel Langga | Nusantara
Empat Anjing Positif Rabies, Pemkab Sikka Gencarkan Vaksinasi

MI/Gabriel Langga
Petugas menyuntikkan vaksin antirabies kepada anjing peliharaan warga di Sikka.

 

EMPAT ekor anjing di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur dinyatakan positif rabies. Untuk itu, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sikka
gencar melakukan vaksinasi antirabies kepada hewan peliharaan seperti anjing, kera, dan kucing.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Maria Margaretha Siko, kepada Media Indonesia, Jumat (25/9), mengatakan ada empat sampel anjing yang dinyatakan positif rabies sesuai hasil pemeriksaan di Laboratorium Veteriner di Denpasar, Bali.

Empat sampel anjing yang positif rabies ini tersebar Desa Hoder, Desa Uma Uta, dan di Kelurahan Kota Baru.

Baca juga: Yogyakarta Kaji Selter Khusus untuk Tenaga Kesehatan

"Ada empat sampel anjing dinyatakan positif rabies. Saat ini, Sikka belum bebas rabies. Tahun lalu ada 934 gigitan anjing. Sementara orang meninggal akibat gigitan anjing rabies itu dua orang," papar Meta

Untuk itu, kata dia, petugas gencar melakukan vaksinasi antirabies terhadap hewan peliharaan warga seperti anjing, kucing, monyet, dan
musang.

"Saat ini, petugas kita sedang turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan vaksinasi antirabies. Karena warga kita di sini lebih banyak pelihara anjing dan kucing. Sementara kalau monyet dan musang hanya satu dua warga yang pelihara. Petugas kita sudah turun melakukan vaksinasi antirabies," ungkap Meta.

Ia mengatakan pihaknya mendapatkan bantuan vaksin antirabies dari pusat sebanyak 7.600 dan Pemprov NTT sebanyak 15.000.

"Stok vaksin antirabies saat ini masih aman. Kebutuhan kita terhadap vaksin ini untuk satu tahun 50.000," papar dia.

Meta juga mengaku, saat petugas melakukan vaksinasi antirabies ada beberapa kendala yang dihadapi petugas seperti ada warga yang tidak mau anjingnya divaksin. Dan juga, ketika petugas datang, warga menyembunyikan anjingnya. Ini yang menjadi kendala.

Meski demikian, kata dia, ada warga yang sudah sadar. Ketika petugas kita datang, mereka langsung mengambil anjing peliharaannya.

Meta juga meminta warga di Kabupaten Sikka untuk waspada terhadap kasus rabies. Untuk itu, dia mengharapkan warga membantu pemerintah dengan berpartisipasi menyerahkan hewan peliharaan untuk divaksin petugas.

"Vaksin yang dilakukan petugas kita ini gratis. Jadi saya minta partisipasi semua warga untuk bersama-bersama petugas kita mencegah terjadinya kasus rabies di Sikka," pungkas dia. (OL-1)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Pegawai Positif Korona, Dindukcapil Temanggung Tunda Layanan

👤Toshi Wicaksono 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:25 WIB
Layanan tatap muka di Dindukcapil hanya dibatasi 30 antrean per hari untuk menghindari...
MI/ARDI TERISTI

Sri Sultan Minta Warga Waspadai Dampak Angin Kencang

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:05 WIB
Kerawanan bencana akibat angin kencang berpotensi terjadi di...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Ribuan Masker Sehat Produksi UMKM Disumbangkan untuk Warga Pantai

👤Sol Mi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:36 WIB
Setiap masker yang diserahkan pelaku UMKM dikompensasi sebesar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya