Jumat 25 September 2020, 10:32 WIB

Anggota DPRD DKI Sebut Isolasi Mandiri di GOR Lebih Aman

Hilda Julaika | Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Isolasi Mandiri di GOR Lebih Aman

ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas memeriksa kondisi warga dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) covid-19 di ruang karantina, GOR Ciracas, Jakarta.

 

ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Abdul Azis Muslim mengatakan isolasi mandiri lebih baik dilakukan dengan memanfaatkan Gedung Olahraga Rakyat (GOR).

Ia meyakini pemanfaatan GOR sebagai lokasi alternatif penanganan pasien positif covid-19 jauh lebih aman dalam berbagai aspek kesehatan hingga sosial masyarakat.

Hal itu mengingat kapasitas rumah sakit untuk isolasi semakin menipis. Data per 23 September mencatat kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 4.812, persentase keterpakaiannya sudah sebesar 81%. Sementara itu, situasi penyebaran covid-19 sudah semakin tinggi. Sehingga, Abdul menilai untuk isolasi mandiri lebih baik menggunakan GOR saja.

Baca juga: Dinkes DKI: 26 RS Swasta akan Jadi Rujukan Covid-19

“Makanya saya lebih setuju kalau isolasi mandiri digunakan saja dulu GOR kita. Apalagi DKI ini kan punya banyak sekali tempat-tempat (GOR) itu, lebih jauh dari permukiman dan juga mudah untuk pengawasannya bagi petugas-petugas yang menangani (pasien isolasi mandiri covid-19),” ungkap Azis dalam keterangan tertulis, Jumat (25/3)

Hal senada dilontarkan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jhonny Simanjuntak yang mengusulkan penggunaan GOR untuk mempermudah proses penanganan pasien covid-19. Yakni dengan memfokuskan GOR untuk pasien isolasi mandiri.

Menurutnya, pemanfaatan sarana dan prasarana umum kini perlu diperhitungkan lantaran semakin tingginya angka kasus positif penularan covid-19, khususnya di lingkungan masyarakat.

“Ini kan ada sarana prasarana umum milik Pemda DKI Jakarta yang relatif representatif ya, sebaiknya dimanfaatkan untuk (isolasi mandiri pasien positif covid-19) itu. Ini kan situasinya semakin luar biasa, seperti GOR termasuk Gedung Olahraga termasuk gelanggang-gelanggang remaja saya fikir itu bisa dimodifikasi untuk menampung dan diberikan perawatan sebaik mungkin,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (25/9).

Pasalnya, menurut Jhonny, potensi penularan covid-19 jauh lebih berisiko ketika berada di lingkungan masyarakat yang notabene masih tergolong abai terhadap penggunaan protokol kesehatan (Prokes) covid-19 dan bertentangan dengan prinsip 4 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan sesuai anjuran organisasi kesehatan dunia (WHO) bersama Pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, sambungnya, pemanfaatan GOR pada nantinya perlu didukung oleh seluruh pihak termasuk perangkat lingkungan seperti Rukun Tetangga (RT) ataupun Rukun Warga (RW). (OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Anies: Covid -19 Justru Membuka Peluang Dunia Digital

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 15:53 WIB
Pandemi justru membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran kegiatan dilakukan secara daring, masyarakat lebih bebas memilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya