Jumat 25 September 2020, 07:00 WIB

Ekosistem NLE Urai Benang Ruwet Logistik

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Ekosistem NLE Urai Benang Ruwet Logistik

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

 

PEMERINTAH meluncurkan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) untuk mereformasi sistem logistik yang selama ini bak ‘benang ruwet’.

Dalam peluncuran itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ratusan miliar rupiah selama ini terbuang percuma setiap tahunnya lantaran prosedur perizinan logistik yang berbelit.

“Sistem logistik Indonesia saat ini masih seperti ‘benang ruwet’. Pelaku usaha dari logistik, eksportir, dan importir harus berkali-kali melakukan penyerahan maupun proses yang berulang dan rumit,” ujar Ani, demikian ia akrab disapa, kemarin.

Dalam paparannya, biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi daripada negara-negara ASEAN seperti Singapura, dan Malaysia. Selama ini, biaya logistik di Tanah Air mencapai 23,5% dari PDB atau lebih tinggi dari Malaysia yang mencapai 13%.

Hal itu tentu saja memengaruhi peringkat daya saing Indonesia di kawasan.

“Dengan reformasi ini, sektor logistik akan makin meningkat, tidak hanya dari sisi efisiensi, tapi juga kontribusinya dalam meningkatkan daya kompetisi seluruh perekonomian nasional,” kata Ani.

Reformasi sistem logistik itu yakni pada kemudahan dan penyederhanaan proses hulu hingga hilir sehingga memangkas waktu dan biaya. Targetnya, biaya logistik bisa turun dari 23,5% menjadi 17% dari PDB.

Adapun penataan yang dilakukan dalam sistem NLE itu adalah proses bisnis yang dirapikan dan disederhanakan melalui layanan pemeriksaan terpadu melalui single submission, layanan pelabuhan, dan perizinan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, NLE itu merupakan terobosan yang spektakuler karena memangkas proses layanan dari 17 langkah menjadi satu langkah.

Sistem NLE dilakukan secara bertahap hingga 2024, mulai tahap perencanaan hingga implementasi, melalui percontohan layanan salah satunya penerapan single submission dan pemeriksaan bersama Bea Cukai dan Karantina.

Proyek percontohan itu dilakukan bertahap di Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Bongkar muat meningkat

Di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Dani Rusli Utama mengungkapkan, realisasi trafik bongkar muat di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), baik untuk peti kemas, curah cair dan general cargo mengalami pertumbuhan positif.

“Kunjungan kapal sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call atau 4-5 call per minggu. Angka realisasi ini tumbuh 30% dari kunjungan kapal pada 2019 yang sebanyak 130 call,” paparnya, kemarin.

Selain itu, realisasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan yang berada di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, itu sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 30.309 boks. Realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 tumbuh 32,5% dari realisasi pada 2019 yang sebanyak 22.870 boks.

Jika dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 31.956 TEUs. Realisasi itu naik 34% dari pencapaian realisasi bongkar muat peti kemas pada 2019 sebanyak 23.937 TEUs. (Ant/YP/E-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman

Laba Bersih Wika Kuartal III 2020 Amblas 79% dari Tahun Lalu

👤 Fetry Wuryasti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:28 WIB
Jatuhnya laba Wika karena beban pendapatan kuartal III 2020 naik menjadi Rp9,49 triliun (+46,9%) dari kuartal II 2020 sekitar Rp6,42...
Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...
AFP/Cristina Vega Rhor

Bank Sentral Jual Emas Pertama Kali sejak 2010

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:16 WIB
Mereka memanfaatkan harga emas yang tinggi pada saat fiskal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya