Jumat 25 September 2020, 06:40 WIB

Rehabilitasi DAS Beri Manfaat Ekonomi

RO/E-2 | Ekonomi
Rehabilitasi DAS Beri Manfaat Ekonomi

MI/Denny Susanto
Penanaman pohon buah-buahan di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kabupaten Banjar.

 

KEWAJIBAN PT Tunas Inti Abadi, anak usaha PT ABM Investama Tbk merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam mulai mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Ketika banyak sektor usaha terganggu akibat pandemi covid-19, masyarakat petani di sana saat ini justru tengah meraup untung dari panen getah karet, kemiri, jengkol, cempedak, dan durian yang mereka tanam.

“Konservasi DAS yang telah dilakukan pada 2013 lalu itu sekarang mulai membuahkan hasil dan dinikmati para petani,” kata Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Alimpung, Rahmani, kemarin.

Warga desanya, Desa Tiwingan, yang berada di sekitar Tahura Sultan Adam, Kalimantan Selatan, berhasil merehabilitasi DAS yang awalnya merupakan lahan kritis yang gundul akibat kebakaran maupun pembukaan lahan. Kini kawasan itu dipenuhi tanaman produktif.

Hal yang sama disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Tiwingan, Ahmad Yani. Dia menyampaikan, petani setempat berhasil memproduksi 1,8 juta bibit pohon per tahun. Dirinya bersama masyarakat lantas menanam pohon-pohon yang merupakan tanaman asli kawasan DAS Tiwingan seperti mahoni, karet, kemiri, durian, cempedak, dan jengkol.

“Dengan mengajak masyarakat bertanam serta merasakan manfaatnya dari pohon yang ditanamnya, itu akan membuat mereka untuk ikut memelihara kawasan tersebut,” jelas Ahmad Yani.

Selain menjadi area produksi pertanian, DAS Tiwingan juga merupakan salah satu objek wisata alam bagian dari Tahura Sultan Adam seluas 112.000 hektare.

Pengelolaan Tahura dilakukan oleh sinergi antara Pemprov Kalimantan Selatan, Kementerian Kehutanan melalui BPDAS Barito, dan PT Tunas Inti Abadi (TIA).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Alue Dohong menambahkan rehabilitasi DAS yang wajib dilakukan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Warga dilibatkan dalam proses tersebut dalam bentuk program penanaman vegetasi multifungsi. (RO/E-2)

 

Baca Juga

Ist/Sinar.Tani

Sektor Pertanian Menjanjikan Bagi Kaum Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:44 WIB
Misalnya, Agus Ali Nurdin, petani milenial yang pernah ikut magang Kementan di Jepang, menceritakan bahwa penghasilnya dari usaha tani...
ANTARA/M Haris SA

Kementan: UU Ciptaker Miliki Tujuan dalam Sejahterakan Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:27 WIB
Subtansi umum dalam UU Cipta Kerja adalah mempermudah aturan lama menjadi aturan baru yang bisa diakses oleh semua pihak, termasuk...
Ist

Yang Muda yang Bedaya

👤Gana Buana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 08:26 WIB
Sejak 2018 silam, Randi pun mulai memberdayakan warga setempat untuk menggali potensi-potensi ekonomi mikro warga asli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya