Jumat 25 September 2020, 06:30 WIB

Hilirisasi, Kunci Optimalkan Pertambangan

Ins/Ant/E-1 | Ekonomi
Hilirisasi, Kunci Optimalkan Pertambangan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kegiatan hilirisasi merupakan kunci mengoptimalkan hasil tambang mineral dan batu bara (minerba).

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mi­neral dan Batu Bara telah mengamanatkan tidak ada lagi ekspor bahan mentah tambang.

“Di sektor (pertambangan) ini, memang kalau mau dioptimalkan jalannya adalah hilirisasi. Bagaimana kita bisa memanfaatkan bahan-bahan mentah menjadi produk-produk lanjutan yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi. Ini yang harus kita lakukan, yakni meningkatkan nilai tambah dengan hilirisasi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, kebijakan hilirisasi itu harus direspons dengan keberadaan industri-industri hilirnya sebagai pendukung yang menampung hasil tambang. “Industri hilirnya inilah yang harus kita kembangkan untuk menampung (hasil tambang) ini,” ujarnya.

Menurut Menteri ESDM, proses hilirisasi ini akan menjadi andalan pemerintah ke depan untuk berkontribusi pada penerimaan negara.

Produk hilirisasi berupa gasifikasi batu bara juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas untuk rumah tangga.

Untuk mineral seperti tembaga, nikel, emas, timah, dan bauksit bisa menjadi produk lanjutan yang bernilai tinggi.

“Produk-produk tersebut baru separuh jalan saja sudah menghasilkan devisa yang besar. Misalnya, nikel, dari produk ini sudah didapat devisa sebesar US$10 miliar. Penerimaan dari mineral ini akan terus bertambah besar seiring tumbuhnya industri hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambahnya,” tandasnya.

Kementerian ESDM memproyeksikan pada 2022, ada 52 unit pabrik pengolahan hasil tambang mineral (smelter) yang beroperasi.

Smelter itu terdiri atas nikel sebanyak 29 unit, bauksit 9 unit, besi 4 unit, tembaga 4 unit, mangan 2 unit, serta seng, dan timbal 4 unit. (Ins/Ant/E-1)

 

Baca Juga

Antara

Presiden Optimistis Perekonomian Lekas Membaik, Ini Indikatornya

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:35 WIB
"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini Insyaallah mampu...
ANTARA/Abriawan Abhe

Tiga Bulan, Tripartit Nasional Bahas RPP Turunan UU Ciptaker

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:30 WIB
Saat ini pemerintah bersama Tripartit Nasional (perwakilan pemerintah, pengusaha, dan SP/SB) dan akademisi telah mulai membahas...
ANTARA/Kahfie Kamaru

Industri Halal Dukung Neraca Dagang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:15 WIB
Produk makanan menjadi pangsa Brasil dengan 10,51%. Produk kosmetik di urutan pertama dari Prancis sebesar 17,38%. Obat-obatan didominasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya